Alasan Chevron Enggan Perpanjang Investasi di Blok East-Kal

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
04 April 2018 17:58
Chevron akhirnya membuka alasan di balik tidak berminatnya perusahaan untuk perpanjang investasi di Blok East Kalimantan
Jakarta, CNBC Indonesia- Blok East Kalimantan menjadi bahan diskusi hangat di Komisi VII DPR RI. Anggota dewan mempertanyakan apakah blok ini masih menguntungkan untuk dikelola Pertamina nantinya, dan bertanya-tanya mengapa Chevron sebagai operator blok sebelumnya memutuskan tidak lagi berinvestasi di blok ini.

Salah seorang anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Wanika khawatir, perginya Chevron karena adanya skema gross split yang ditawarkan pemerintah, menggantikan skema Production Sharing Contract yang telah berlaku belasan tahun.




Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor yang turut hadir di rapat tersebut, akhirnya buka suara. Ia menegaskan alasan utama Chevron melepas investasinya di Blok East Kalimantan bukan karena skema gross split.

Alasan utama perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak melanjutkan kontrak atas Blok Eastkal, kata Chuck, adalah aset di blok tersebut semakin tua diiringi dengan investasi yang semakin rendah, serta tidak dibutuhkan lagi teknologi yang sifatnya sulit untuk diterapkan. Chuck mengaku ingin hadir ke Indonesia dengan posisi membawa teknologi yang dibutuhkan oleh blok migas di sini.
Untuk Blok Eastkal, kami tak merasa sebagai yang terbaik untuk mengelolanyaManaging Director Chevron IndoAsia Chuck Taylor


"Seperti Blok Rokan, masih membutuhkan banyak teknologi baru yang memperlukan bantuan riset dan pengembangan dari perusahaan seperti kami," kata dia di Gedung DPR RI, Rabu (4/3/2018).

Chuck melanjutkan, hal itu yang menjadi alasan Chevron memilih untuk mempersilahkan perusahaan lain mengelola Blok Eastkal. Pihaknya sendiri akan fokus melalukan pengembangan di Rokan serta Indonesia Deep Water (IDD). "Untuk Blok Eastkal, kami tak merasa sebagai yang terbaik untuk mengelolanya," kata
dia.
(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading