Dapat 3 Blok Sepuh, Pertamina Fokus Jaga Laju Produksi

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
25 October 2018 14:02
Dapat 3 Blok Sepuh, Pertamina Fokus Jaga Laju Produksi
Balikpapan, CNBC Indonesia- PT Pertamina (Persero) hari ini resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan-Attaka dari Chevron Indonesia Company (CICo). Pengelolaan WK ini selanjutnya akan dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mulai 25 Oktober 2018-24 Oktober 2038.

Adapun, dengan diambilalihnya WK East Kalimantan-Attaka ini, berarti total sudah ada tiga WK terminasi yang dikelola oleh PHI, dua lainnya yakni WK Mahakam, dan WK Sanga-sanga.




Dari tiga WK tersebut, WK Mahakam masih memakai skema kontrak cost recovery, sedangkan dua lainnya memakai skema kontrak gross split. 

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso menjelaskan, sumbangan kira-kira produksi atau lifting dengan penambahan dari PHKT dan Sanga-sanga hampir mirip sekitar 70 MMSCFD dan penambahan 13 ribu BOPD.  "Aset ini sudah 50 tahun, termasuk Sanga-sanga. Memang tidak signifikan sekali dalam konteks nasional, tetapi kemudian dari Pertamina ini ada penambahan 5% untuk penambahan produksi. Jadi, cukup signifikan untuk sekelas WK yang cukup sepuh," kata Bambang, Kamis (25/10/2018).

Pertamina, kata Bambang, berupaya untuk melakukan eksplorasi dan menahan laju produksi pada 2018 dengan merencanakan 10 workover dan 59 well services yang diestimasi untuk produksi rerata perhari di 2018 sebesar 73,3 MMCFD untuk gas dan 13,291 BOPD untuk minyak.

"Mempertahankan dan meningkatkan produksi ini memang menjadi tantangan apalagi untuk WK sepuh. Tapi Pertamina akan terus berupaya agar target bisa tercapai," pungkas Bambang.

Untuk East Kalimantan serupa. WK tersebut adalah WK "sepuh". Usianya sudah 50 tahun, membuat WK East Kalimantan-Attaka merupakan lapangan yang berada pada fase produksi "V" atau "fase decline lanjut". Perkiraan kumulatif produksi WK East Kalimantan-Attaka sebesar 1 BBO dan 3 TCF.

Sehingga Pertamina butuh paling tidak 1-2 tahun untuk mempelajari potensi-potensi eksplorasi dan pengembangan baru.

"Potensinya tidak hanya dari subsurface tetapi juga dari surface seperti efisiensi, ini bisa menambah cadangan," ujar Bambang kepada media ketika dijumpai dalam acara seremonial alihkelola WK East Kalimantan-Attaka, di Balikpanan, Kalimantan Timur, Kamis (25/10/2018).


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading