Pemerintah Masih Hitung Tarif Pajak Barang Mewah untuk Sedan

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
20 February 2018 16:03
Pemerintah Masih Hitung Tarif Pajak Barang Mewah untuk Sedan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan berjanji revisi aturan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil sedan akan jauh lebih komprehensif. Aturan ini, diharapkan rampung dalam waktu dekat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara belum mengisyaratkan berapa tarif pantas untuk PPnBM mobil sedan. Namun, bendahara negara berjanji tarif yang nantinya dikenakan mampu mendorong industri dalam negeri.

“Lebih komprehensif, karena terkait dengan pengembangan industri kita,” kata Suahasil, Selasa (20/2/2018).


Sepanjang tahun lalu, penjualan mobil sedan mencapai 9.139 unit atau hanya meraih 0,7% dari total pangsa pasar. Lemahnya penjualan mobil sedang, disebabkan karena tingginya tarif PPnBM yang dikenakan.

Untuk mobil sedang berkapasitas mesin lebih dari 1.500 cc, dikenakan tarif sebesar 30%. Hal tersebut, berbanding terbalik dengan tarif pajak yang dikenakan untuk jenis mobil multi-purpose vehicle (MPV) yang hanya 10%.

Suahasil menegaskan, ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar pemerintah dalam menentukan tarif PPnBM mobil sedan. Apa saja yang menjadi pertimbangan pemerintah?

“Kami akan lihat yang diproduksi di dalam negeri, berapa lokal konten yang diinginkan. Apa IKD (incomplete knockdown) atau CKD (complete knockdown), itu akan kami sesuaikan. Bukan hanya pajak, tapi tarif kalau kita impor CKD atau IKD,” katanya.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading