Pemerintah Telah Salurkan KPR FLPP sebesar Rp 30,92 Triliun

News - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 February 2018 12:58
Dana sebesar Rp 30,92 triliun untuk membiayai 519.828 unit rumah subsidi.
Jakarta, CNBC Indonesia — Program penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk rumah subsidi dengan skema fasiltas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) mulai berlaku sejak 2010 silam. Artinya, skema ini telah sudah berjalan selama tujuh tahun.

Berdasarkan data pusat pengelolaan dana pembiayaan perumahan (PPDPP) selama tujuh tahun berjalan pemerintah telah menyalurkan Rp 30,92 triliun. Dana ini untuk membiayai 519.828 unit rumah subsidi.

Pembiayaan rumah subsidi terbanyak terjadi pada tahun 2011 dimana pemerintah melakukan pembiayaan pada 109.592 unit rumah dengan total dana yang disalurkan Rp 3,69 triliun. Adapun penyaluran terendah terjadi pada tahun 2017 dimana pemerintah membiayai 23.763 unit rumah dengan dana yang diberikan Rp 2,37 triliun.


Penurunan pembiayaan rumah subsidi karena pada tahun ini BTN memilih untuk tidak menyalurkan FLPP. BTN fokus menyalurkan KPR rumah subsidi dengan skema subsidi selisih bunga (SSB).

Bank BTN menjadi bank penyalur utama skema FLPP. Dari 2010-2016, BTN telah membiayai 435.114 unit rumah subsidi. Peringkat kedua Bank BTN syariah. Anak usaha Bank BTN ini menyalurkan FLPP pada 31.454 unit rumah subsidi.

FLPP banyak disalurkan pada pihak swasta sebanyak 348.098 unit rumah atau setara dengan 73,89%. Selanjutnya pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 66.515 unit (12,8%) dan wiraswasta 40.032 unit (7,7%).

Pada tahun ini, pemerintah akan menyalurkan KPR Subsidi FLPP bagi sebanyak 42.326 unit rumah subsidi. Dana yang disalurkan sebesar Rp 4,5 triliun yang terdiri Rp 2,2 triliun berasal dari DIPA dan Rp 2,3 triliun dari optimalisasi pengembalian pokok.
Artikel Selanjutnya

BRI Siap Salurkan KPR Subsidi 3 Kali Lipat di 2020


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading