Internasional

Hari Valentine Jadi Berkah Bagi Pengangguran di Kolombia

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
12 February 2018 14:42
Hari Valentine Jadi Berkah Bagi Pengangguran di Kolombia
Tabio, CNBC Indonesia – Hari Valentine menjadi berkah bagi Kolombia, negara pengekspor bunga terbesar di dunia. Selain mengalami lonjakan permintaan, perayaan tersebut juga menaikkan permintaan tenaga kerja di beberapa rumah kaca dan pertanian bunga di pinggir kota Bogota.

Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari adalah hari ketika penduduk dunia biasanya menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli hadiah, termasuk bunga.

Kolombia menyuplai sekitari 74% bunga impor di Amerika Serikat (AS). Pada periode Januari hingga November tahun lalu, industri bunga Kolombia menghasilkan sekitar US$1,3 miliar (Rp 17,7 triliun).


Dilansir dari AFP, beberapa pekerja, seperti Rubiela Mendez dan William Perez, bekerja sambil menahan hawa dingin untuk menyiapkan bunga di sebuah hanggar di Tabio. Kota itu berjarak sekitar 500 kilometer dari kampung halaman mereka di Cucuta yang terletak di perbatasan timur Kolombia dan Venezuela.

Mereka adalah beberapa di antara ratusan warga Kolombia dan Venezuela yang dibawa menggunakan bus dan menempuh perjalanan selama 12 jam untuk menyiapkan bunga-bunga segar dan wangi yang akan dikirimkan ke AS.
Foto: ReutersFoto: REUTERS/Jaime Saldarriaga
Meski pekerjaan mempersiapkan bunga hanya digaji dengan upah minimum, yaitu sekitar $300 sebulan, bagi Mendez, Perez, dan pekerja lainnya, jumlah ini jauh lebih besar dari pendapatan mereka sehari-hari.


Pengangguran di Perbatasan
Meski angka pengangguran Kolombia hanya mencapai 10%, pengangguran di Cucuta jauh lebih tinggi dan mencapai 16% tahun lalu.

Mendez mengatakan keadaan itu memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena penduduk Venezuela yang negaranya sedang mengalami krisis ekonomi, datang untuk bekerja di daerah perbatasan dan dibayar setengah dari upah minimum pekerja Kolombia.

“Situasi di Cucuta sangat sulit. Tidak ada pekerja yang ingin kembali ke sana karena ketiadaan pekerjaan,” kata Mendez, 26 tahun. “Namun, saya harus kembali sebab anak perempuan saya tinggal di sana.”

Pekerjaan menyiapkan bunga di Tabio, sebelah selatan Bogota, adalah hal pertama yang memisahkan ibu ini dengan anak perempuannya yang berusia empat tahun.

Tugas Mendez mencakup memotong mawar dan memastikan dengan teliti bunga-bunga tersebut tetap berada di suhu sangat rendah selama masa penyimpanan dan distribusi sehingga dapat tetap segar ketika tiba di toko.


Mendez dan pekerja lainnya berkumpul dan mengepak buket yang terdiri dari selusin tangkai bunga mawar di sebuah ruang dingin bersuhu hingga 10 derajat celcius sambil mendengarkan musik bernuansa tropis.

Mereka tidur di kontainer pengiriman yang hangat dan diberi makan oleh perusahaan hortikultura yang mempekerjakan mereka.

Walaupun bekerja dalam situasi dengan fasilitas yang minimal, Mendez mendapatkan gaji yang jauh lebih baik daripada ketika bekerja di Cucuta. Di Cucuta, setelah kehilangan pekerjaan di restoran dengan gaji $7 per hari, Mendez berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjual bensin selundupan dari Venezuela dengan harga murah.


Orang-orang Menderita
Sunshine Bouquet, perusahaan tempat Mendez bekerja, awalnya mengirim jasa perekrut untuk mempekerjakan imigran asal Venezuela. Namun, mereka justru menemukan penduduk Kolombia yang putus asa namun bersedia untuk bekerja.

Oleh karena itu, perusahaan kemudian merekrut dan mengirim 600 orang, 80%-nya adalah warga Kolombia, ke pusat produksinya pada pertengahan Januari lalu.

“Banyak warga yang menderita di Cucuta dan sangat ingin mendapatkan pekerjaan,” kata pemimpin perusahaan itu, Felipe Gomez.

Perez, seorang warga Kolombia berusia 24 tahun, sangat bersyukur telah terpilih bekerja di Sunshine Bouquet. Sebelumnya ia sudah tinggal di Venezuela selama tujuh tahun dan kembali ke Kolombia saat krisis terjadi.

Ia mengatakan saat ini tengah terjadi kekacauan di Venezuela, di mana kesengsaraan dan kelaparan merajalela.

Pemerintah Kolombia mengatakan ada sekitar 550.000 penduduk Venezuela yang telah memasuki perbatasan, baik secara legal maupun ilegal, dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat Juni mendatang.
Hari Valentine Jadi Berkah Bagi Pengangguran di KolombiaFoto: REUTERS/Jaime Saldarriaga
Karena bersifat musiman, bisnis mawar di Tabio tidak memberikan solusi jangka panjang untuk sekitar 600 pekerja yang dipekerjakan. Namun, tetap saja pekerjaan sementara itu telah membantu warga.

Banyak pekerja yang berharap akan dipekerjakan secara tetap oleh perusahaan yang telah menjanjikan akan mempekerjakan 20% dari mereka setelah perayaan Valentine berlalu, atau setidaknya mendapat pekerjaan lain.

Perez mengatakan akan memilih Bogota untuk menjalani hidup baru jika tidak terpilih sebagai pekerja tetap. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading