Survei BI

Meramal Harga Properti di 2018

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 February 2018 14:47
Pasar properti nasional masih tumbuh walau tipis. Namun, pertumbuhan 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar properti nasional masih tumbuh walau tipis. Namun, pertumbuhan 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengutip data Survei Harga Properti Residensial yang dirilis Bank Indonesia (BI), Jumat (9/2/2018), indeks harga properti pada kuartal IV-2017 tercatat 201,36. Naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 200,26 dan periode yang sama pada 2016 yaitu 194,54.

 Meramal Harga Properti di 2018Foto: tim riset



Pada kuartal I-2018, indeks properti diperkirakan naik lagi menjadi 201,36. Kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja masih menjadi penyebab kenaikan harga properti.

Pada kuartal IV-2017, pertumbuhan harga properti mencapai 3,5% secara year on year (YoY). Lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang 3,32% YoY dan kuartal IV-2016 yang 2,28% YoY.

 Meramal Harga Properti di 2018Foto: tim riset

Di tengah isu penurunan konsumsi masyarakat, ternyata pasar properti nasional tetap bisa tumbuh meyakinkan. Dampak pelonggaran makroprudensial oleh BI sepertinya sudah mulai terasa.

Pada Agustus 2016, BI mengubah ketentuan mengenai loan to value (LTV) atau rasio uang muka kredit perumahan. Awalnya, uang muka yang harus dibayar konsumen untuk rumah pertama adalah 20% namun kemudian diturunkan menjadi 15%.

Hal ini terlihat dari outstanding penyaluran kredit untuk properti. Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit utuk pemilikan rumah tinggal per November 2017 adalah Rp 386,23 triliun. Naik 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 Meramal Harga Properti di 2018Foto: tim riset


Sementara kredit untuk pembelian apartemen pada November 2017 tercatat Rp 14,88 triliun. Naik 15,98% dibandingkan posisi November 2017.

 Meramal Harga Properti di 2018Foto: tim riset


Meski permintaan kredit properti naik yang menujukkan permintaan masih bagus, tetapi kredit properti juga bisa menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan sektor ini. Menurut survei BI, faktor utama yang bisa menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah tingginya suku bunga KPR, uang muka rumah, pajak, lamanya perizinan, serta kenaikan harga bahan bangunan.

 Meramal Harga Properti di 2018Foto: tim riset
Artikel Selanjutnya

BI Ingatkan Program Rumah DP Nol Rupiah Jangan Tabrak Aturan


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading