Hutama Karya Siap Tanggung Jawab untuk Korban Crane Ambruk
Exist in Exist,
CNBC Indonesia
04 February 2018 13:49
Jakarta, CNBC Indonesia- Kontraktor proyek double-double track (DDT) atau jalur dwiganda kereta api Manggarai - Jatinegara menegaskan siap bertanggung jawab atas jatuhnya empat korban meninggal dunia akibat ambruknya crane DDT di Jatinegara pagi ini.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian ini. Kami pastikan keluarga korban mendapatkan segala kompensasi dan santunan yang sudah menjadi haknya," kata Sekretaris Perusahaan PT. Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (04/02/2018).
Sampai saat ini, Adjib menjelaskan pihaknya terus bekerja-sama dengan pihak kepolisian yaitu dengan membuat pengamanan radius 300 meter di seputar lokasi kejadian serta memastikan semua peralatan dalam kondisi stabil dalam rangka memastikan keamanan bagi masyarakat sekitar lokasi pasca kejadian.
"Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berada di dekat lokasi, supaya proses penanganan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semuanya," ujarnya.
Proyek senilaj Rp 1,02 triliun ini dikerjakan oleh Konsorsium Hutama – Modern – Mitra sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Proyek ini terbagi menjadi tiga paket dengan total jalur sepanjang 35,8 km yaitu Paket A antara Manggarai - Jatinegara, Paket B-21 antara Jatinegara-Bekasi, dan Paket B1 antara Bekasi-Cikarang.Â
Proyek ini dibangun untuk memisahkan angkutan kereta api commuter line Jabodetabek dengan kereta api jarak jauh dan menengah sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan perjalanan kereta api commuter line Jabodetabek. (gus/gus) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Crane Bawa Berat 1 Ton Ambruk, Hantam Rumah Warga
"Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian ini. Kami pastikan keluarga korban mendapatkan segala kompensasi dan santunan yang sudah menjadi haknya," kata Sekretaris Perusahaan PT. Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (04/02/2018).
"Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berada di dekat lokasi, supaya proses penanganan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semuanya," ujarnya.
Proyek senilaj Rp 1,02 triliun ini dikerjakan oleh Konsorsium Hutama – Modern – Mitra sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Proyek ini terbagi menjadi tiga paket dengan total jalur sepanjang 35,8 km yaitu Paket A antara Manggarai - Jatinegara, Paket B-21 antara Jatinegara-Bekasi, dan Paket B1 antara Bekasi-Cikarang.Â
Proyek ini dibangun untuk memisahkan angkutan kereta api commuter line Jabodetabek dengan kereta api jarak jauh dan menengah sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan perjalanan kereta api commuter line Jabodetabek. (gus/gus) Add
source on Google