Berikut Gedung Yang Akan Terkoneksi TOD Stasiun Dukuh Atas

News - Shuliya Ratanavata, CNBC Indonesia
29 January 2018 20:58
Berikut Gedung Yang Akan Terkoneksi TOD Stasiun Dukuh Atas
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mass Rapid Transit (MRT) mengatakan pihaknya tengah bersiap untuk memulai pembangunan kawadan transit terpadu (transit oriented devolpment/TOD) di kawasan sekitar Stasiun Dukuh Atas.

Direktur Utama MRT William Sambadar mencontohkan salah satunya adalah Gedung UOB yang akan terkoneksi dengan stasiun Dukuh Atas. "Jadi nanti KTT(TOD) dukuh atas itu akan nyambung dengan basement UOB. Ini sudah disetujui oleh Pemprov dan bisa terkoneksi segera ketika beroperasi," jelasnya di Metro Coffee Bar, Senin (29/01).

Selain Gedung UOB, pria yang biasa disapa Willy ini juga merincikan gedung-gedung yang sudah menandatangani nota kesepahaman untuk pembangunan TOD di kawasan Stasiun Dukuh Atas antara lain: Gedung UOB, Gedung Lyman/Wisma BNI, Intiland, Taspen, Tamaraland, PT Adhi Karya (Persero)Tbk (ADHI), PT KAI, PT Transportasi Jakarta, dan PT Commuter Line.


Adapun satu gedung yang belum menandatangani MoU dengan MRT adalah Landmark. "Sebenarnya sudah, tapi mereka sekarang sedang mengkonsolidasikan dengan rencana pembangunan mereka. Misalnya landmark mengatakan 'ini belum sesuai dengan desain saya' maka ya nanti kita sesuaikan," jelas Willy.

Selebihnya, menurut Willy, Landmark pun sudah siap untuk mendantangani MoU tersebut. "Landmark sudah siap tinggal mencocokkan desain mereka soalnya (lahan) mereka luas banget," katanya.

Lebih lanjut, Willy menjelaskan, kini MRT sedang mengajukan usulan mengenai insentif dan disinsentif bagi perusahaan-perusahaan yang sudah berkomitmen untuk terlibat dalam pembangunan TOD di sepanjang rute MRT. Menurut Willy, insentif dan disinsentif ini penting sebab dana yang didapat dari insentif dapat digunakan untul mengelola kawasan itu sendiri.

Adapun, nantinya di sepanjang rute MRT fase I dari Bundaran HI - Lebak Bulus akan terdapat 50 perusahaan yang akan terintegrasi dengan TOD di 13 stasiun.

"Pertanyaannya nanti ini yang mengelola siapa? Apakah MRT atau Pemprov? Kalau kami mengusulkan sebagian dikelola Pemprov, sebagian dikelola MRT karena nanti hasilnya juga akan dikembalikan untuk kawasan," kata Willy. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading