Internasional

CEO Google: AI Lebih Penting dari Listrik dan Api

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
28 January 2018 16:10
CEO Google Sundar Pichai percaya AI akan selamatkan dan bukan menghancurkan umat manusia
Davos, CNBC Indonesia – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menyelamatkan kita bukan menghancurkan umat manusia, kata CEO Google Sundar Pichai dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.

“AI mungkin merupakan hal terpenting yang pernah diciptakan umat manusia. Saya pikir AI akan menjadi sesuatu yang lebih penting dibandingkan listrik dan api,” ujarnya.

“Kapan pun Anda terhubung dengan teknologi, Anda harus mempelajari manfaatnya dan meminimalisir mudaratnya,” tambah Pichai.


Ketika beberapa ilmuwan – khususnya profesor Stephen Hawking – telah memperingatkan bahwa AI akan dapat menggantikan manusia, Pichai justru berpikir sebaliknya.


Dilansir dari situs resmi Forum Ekonomi Dunia, Pichai mengatakan teknologi dapat menyelesaikan banyak masalah yang saat ini sedang kita hadapi, misalnya membantu kita mewujudkan energi yang bersih, murah, dan dapat diandalkan.

Pichai, yang tumbuh besar di India, menjelaskan kekuatan transformatif dari teknologi di Davos.

“Saat beranjak dewasa, saya tidak memiliki ponsel dan harus menunggu lima tahun lamanya [untuk memilikinya]. Saat kami sudah memiliki telepon, hal itu mengubah hidup kami secara fundamental […]. Saya ingat betapa menyenangkannya memiliki teknologi dan saya pikir memiliki AI pun akan terasa seperti itu,” ujarnya.

“Penting sekali bagi kita untuk menjelaskan hal itu [AI] dan mengajak dunia ikut melakukannya bersama kita.”

IA menegaskan risiko AI ‘sangatlah penting’ dan meminta dibentuk sebuah kerjasama internasional sebesar kesepakatan iklim Paris untuk mengelolanya.


Negara-negara tidak boleh menggunakan AI untuk kepentingan militer, kata Pichai, dan hal itu harus menjadi kesepakatan global.

Google baru-baru ini mengumumkan akan membuka pusat penelitian AI di China dan Perancis.
Artikel Selanjutnya

Kuartal I-2018, Facebook Telah Hapus 837 Juta Akun Palsu


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading