Internasional

Order Rp 213 T Emirates Selamatkan Airbus A380

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
19 January 2018 08:14
Maskapai Emirates mengumumkan pesanan 36 pesawat Airbus A380 senilai US$16 miliar (Rp 213 triliun)
Paris, CNBC Indonesia - Maskapai Uni Emirat Arab (UEA), Emirates, pada hari Kamis (18/1/2018) mengumumkan pesanan 36 pesawat Airbus A380 senilai US$16 miliar (Rp 213 triliun). Pesanan itu diumumkan hanya beberapa hari setelah Airbus menyatakan akan menghentikan produksi pesawat A380 bila tidak ada order baru.

Emirates mengatakan telah memesan 20 pesawat berlantai dua itu dengan opsi memesan lagi sejumlah 16 armada di kemudian hari. Penyerahan pesawat rencananya akan dimulai tahun 2020, dilansir dari AFP.


Saat ini Emirates adalah konsumen terbesar dunia untuk tipe A380 dengan 101 unit yang telah dioperasikan maskapai itu dan 41 pesawat yang telah dipesan sebelumnya.


“Pesanan ini akan menstabilkan produksi A380,” kata Direktur dan CEO Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed Al-Maktoum.

“Bukanlah sebuah rahasia lagi bahwa A380 telah menjadi kesuksesan bagi Emirates,” tambahnya. “Penumpang kami menyukainya dan kami dapat menerbangkannya untuk misi-misi berbeda di seluruh jaringan kami dan memberi kami fleksibilitas dalam hal jarak penerbangan dan tipe penumpang.”

Order baru itu membuat total komitmen maskapai berbasis di Dubai tersebut bernilai $60 miliar untuk 178 pesawat A380.

Sebelumnya, kesepakatan tersebut diperkirakan akan ditandatangani dalam acara Dubai Airshow bulan November lalu namun ditunda tanpa penjelasan apapun. Kabar menyebutkan Emirates dan Airbus tidak menemukan kata sepakat dalam negosiasi mereka.

Emirates justru menandatangani kesepakatan dengan Boeing, rival Airbus, untuk membeli 40 unit Boeing Dreamliners senilai lebih dari $15 miliar.

Pada tanggal 15 Januari 2018, sales director Airbus, John Leahy, mengumumkan akan menghentikan produksi pesawat tipe A380 bila Emirates tidak memesan armada tambahan.

Pesanan dari Emirates diketahui telah stagnan selama lebih dari dua tahun.
(prm/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading