Rio Tinto Targetkan Kenaikan Tipis di 2018

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
16 January 2018 15:02
Target moderat Rio Tinto ini ditetapkan karena sepanjang 2017 perusahaan hanya alami kenaikan 1%
  • Rio Tinto menyatakan Selasa (16/1/2018) bahwa perusahaannya dapat mengirim sampai dengan 10 juta ton biji besi tambahan senilai $780 juta atau setara Rp 10,3 triliun di tahun 2018 setelah melaporkan 1% kenaikan pengiriman di tahun 2017
  • “Bisnis berjalan baik di kuartal keempat, dan kami mengakhiri tahun sesuai dengan pedoman semua produk utama,” kata Jean-Sebastien Jacques, direktur eksekutif Rio Tinto
  • Pada tahun 2017, produksi aluminium berkurang 1% dan hasil tambang tembaga jatuh 9%
 
Jakarta, CNBC Indonesia- Perusahaan tambang global Rio Tinto mengatakan bahwa perusahaannya dapat mengapalkan sampai 10 juta ton biji besi senilai US$780 juta atau setara Rp 10,3 triliun dengan asumsi harga hari ini, setelah melaporkan 1% kenaikan pengiriman di tahun 2017.

Peningkatan tipis di tahun 2017 tersebut menghasilkan sampai 330,1 juta ton yang dicapai ketika rata-rata harga jual biji besi melambung 10% selama setahun menjadi $64,80 yang didukung oleh permintaan kuat dari produsen baja China, seperti dilansir dari CNBC.




Kenaikan harga membantu perusahaan tambang biji besi nomor dua di dunia ini meningkatkan imbal hasil untuk para pemegang saham setelah keuntungan besar-besaran di semester pertama. Rio memiliki tenggat waktu sampai 7 Februari 2018 untuk melaporkan keuntungan penuh tahun 2017, dengan prakiraan di sekitar angka $8,5 miliar atau naik 85 persen.

Pada hari Selasa, Rio juga menetapkan target 330-340 juta ton biji besi dengan kontribusi dari tambang barunya, Silvergrass, yang meningkatkan operasi di Pilbara, Australia. Silvergrass menghasilkan sekitar 2 juta ton di tahun 2017 dan pada puncak produksi dapat menghasilkan 10 juta ton per tahun, menurut keterangan dari perusahaan.

Harga biji besi bertahan pada angka $78,05 per ton pada 12 Januari 2018, berdasarkan Metal Bulletin. Namun, ketidakpastian akan permintaan dari China telah menyebabkan prakiraan harga jatuh selama tahun berjalan, yang bisa mengurangi perolehan Rio dari semua penjualan tambahan.

“Bisnis berjalan baik di kuartal keempat, dan kami mengakhiri tahun sesuai dengan pedoman semua produk utama,” kata Jean-Sebastien Jacques, direktur eksekutif Rio Tinto lewat sebuah pernyataan resmi.

Kuartal keempat pengiriman biji besi meningkat 3% menjadi 90 juta ton dari periode yang sama tahun lalu, serta 5% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.Kuartal terakhir umumnya menjadi yang terkuat karena para penambang meningkatkan eksport sebelum kuartal pertama, yang notabene periode risiko tinggi siklon di Australia.

Pada komoditas lain, Rio Tinto menetapkan target 2018 menjadi 510.000-610.000 ton tembaga tambang dan 225.000-265.000 ton tembaga halus. Sedangkan produksi aluminium akan mencapai 3,5-3,7 juta ton.

Pada tahun 2017, produksi alumunium berkurang 1% dan tembaga tambang jatuh 9%. Tembaga tambang menurun mengikuti serangan di tambang Rio di Escondida, Chili, selama 43 hari pada kuartal pertama dan produksi yang anjlok 22% di tambang terbuka Oyu Tolgoi di Mongolia karena biji berkualitas tinggi sudah habis sama sekali.

Kemerosotan di produksi tembaga seharusnya bisa lebih diimbangi dengan harga tembaga yang lebih baik, yang telah menanjak 25% setahun belakangan, kata Peter O’Connor, analis dari Shaw and Partners.
Artikel Selanjutnya

BUMN Klaim Bisa Selesaikan Negosiasi Rio Tinto Pekan Ini


(gus/gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading