Tenggelamkan 363 Kapal Asing, Apa Pencapaian Menteri Susi?

News - Raditya Hanung, CNBC Indonesia
11 January 2018 12:31
Tenggelamkan 363 Kapal Asing, Apa Pencapaian Menteri Susi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Penenggelaman kapal asing yang mengambil ikan secara ilegal seolah menjadi trademark Kementerian Kelautan dan Perikanan di era kepemimpinan Susi Pudjiastuti. Program ini digadang dapat berdampak salah satunya pada peningkatan produksi ikan nasional.

Namun, pada awal tahun ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengkritik kebijakan tersebut sekaligus melarang adanya lagi penenggelaman kapal. Luhut berpendapat kegiatan itu tidak memberikan efek jera dan justru berdampak negatif terhadap industri pengolahan ikan domestik. 

Tim Riset CNBC Indonesia melihat kebijakan Menteri KKP Susi Pudjiastuti ini memiliki dasar hukum dan sesuai dengan amanat UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Pasal 69 ayat 4 pada UU tersebut menyatakan "Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyidik dan/atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup."


Tetapi di sisi lain, Luhut pun memiliki dasar yang kuat melarang adanya penenggelaman. Dasar tersebut adalah Pasal 76C ayat 5 dalam UU yang sama: "Benda dan/atau alat yang dirampas dari hasil tindak pidana perikanan yang berupa kapal perikanan dapat diserahkan kepada kelompok usaha bersama nelayan dan/atau koperasi perikanan."


Lalu sebetulnya, apakah kebijakan penenggelaman kapal oleh Susi ini berdampak pada kemajuan sektor perikanan nasional?

Tim Riset CNBC Indonesia mencoba menelaah beberapa indikator sosial-ekonomi yang terkait dengan sektor perikanan, khususnya untuk periode 2015-2017 setelah Susi Pudjiastuti memegang tampuk kepemimpinan sektor kelautan dan perikanan Indonesia pada akhir 2014.

Pertama, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan tumbuh positif dari 2015 hingga 2017. Pada 2015, pertumbuhan sektor perikanan triwulan III mencapai 8,06% year-on-year, yang merupakan angka tertinggi dalam 4 tahun terakhir. 

Namun selang setahun, terjadi perlambatan pertumbuhan pada Triwulan III-2016 di mana hanya mencatat pertumbuhan 5,64% year-on-year.

Foto: CNBC Indoneisa

Perlambatan pertumbuhan ini disinyalir karena turunnya produksi rumput laut dan beberapa perikanan budidaya akibat curah hujan tinggi sepanjang 2016. Kondisi tersebut tercermin pada perlambatan pertumbuhan produksi perikanan budidaya dari 8,84% year-on-year tahun 2015, menjadi 6,72% year-on-year pada 2016. Namun demikian, pertumbuhan PDB sektor perikanan dapat membaik menjadi 6,75% year-on-year pada Triwulan III-2017. 

Lalu, Kedua, dari sisi produksi perikanan tangkap laut. Pada 2015 volume produksi tercatat 6,21 juta ton atau naik dibandingkan dengan 2014 sebanyak 6,04 juta ton. Pada 2016, jumlah produksi juga semakin meningkat menjadi 6,35 juta ton.

Produksi pada 2016 ini merupakan yang tertinggi sejak 2006. Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim bahwa lonjakan produksi perikanan tahun itu merupakan buah dari konsistensi kebijakan dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal sejak akhir 2014.

Kebijakan tersebut juga diimplementasikan dengan pencabutan izin-izin kapal eks asing dan larangan alih muat (transshipment) ikan di tengah laut.

Untuk menggenjot produksi perikanan tangkap yang lebih masif, KKP telah memberikan bantuan 926 unit kapal nelayan dan 6.853 alat tangkap (termasuk penggantian alat tangkap tidak ramah lingkungan) hingga Oktober 2017. 

Selain itu, upaya peningkatan produksi perikanan tangkap juga dilakukan KKP dengan mempercepat pemberian izin operasional kapal tangkap nelayan.

Selama 2016 - hingga April 2017, tercatat KKP telah membuka gerai perizinan di 43 lokasi dan telah menerbitkan 1.692 Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), 1.382 Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan 48 Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).

Foto: CNBC Indonesia


Kemudahan di bidang perizinan ini turut mengerek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perikanan ke angka Rp 357,88 miliar pada 2016, yang merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. 




(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading