Video: Ekonom Ungkap Fakta Di Balik Data PDB, Ekonomi RI Masih Solid
Jakarta, CNBC Indonesia- Indonesia berhasil mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi positif di atas 5 % pada Kuartal II-2026 dengan pertumbuhan mencapai 5,29% (yoy)atau naik 3,723% (qtq) sehingga sepanjang Semester I-2026, ekonomi Indonesia mampu tumbuh tercatat sebesar 5,46% (ctc).
Menilik rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,29% (yoy) di Q2-2026 dinilai Chief Economist BNI, Leo Rinaldy sebagai pertumbuhan solid yang tercermin dari 2 hal yakni RI berhasil menjaga pertumbuhan rata-rata negara peers yang hanya sebesar 3%.
Selain itu dari sisi pengeluaran, penurunan ekonomi antara Q1 dan Q2-2026 terjadi efek normalisasi kinerja ekonomi di tahun sebelumnya sementara dari sisi pengeluaran pemerintah berhasil tumbuh tinggi sebagai cerminan dukungan pemerintah terhadap daya beli. Di sisi lain, variable investasi riil berhasil naik hampir 7% (yoy) utamanya ditopang investasi konstruksi baik dari public dan private sector seperti pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Dari sisi manufaktur, meski melambat namun terdapat sejumlah subsektor yang menguat seperti tekstil, alas kaki dan furnitur yang ditopang oleh kinerja ekspor. Selain itu RI masih menghadapi tantangan terkait perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi utamanya terkait data tenaga kerja dimana 59,3% dari tenaga kerja bekerja di sektor informal. Oleh karena itu fokus pemerintah dana arah kebijakan fiskal untuk membuka lapangan kerja formal.
Seperti apa ekonom melihat data pertumbuhan ekonomi RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI Leo Rinaldy dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Kamis, 13/08/2026)