10 Cara Hemat Energi di Rumah, Tagihan Listrik Bulanan Lebih Ringan
6. Gunakan Air dan Listrik Secukupnya di Dapur
Dapur merupakan salah satu titik konsumsi energi terbesar di rumah.
Fakta daya umum:
-
Ketel listrik: ±1.200-1.800 watt
-
Rice cooker: ±300-700 watt
-
Kompor listrik: ±1.000-2.000 watt
Contoh kebiasaan hemat:
-
Isi ketel hanya sesuai kebutuhan
-
Gunakan panci sesuai ukuran kompor
-
Pasang aerator pada keran
Langkah sederhana ini bisa menurunkan penggunaan energi tanpa mengorbankan kenyamanan.
7. Cuci Pakaian dengan Suhu Rendah
Sebagian besar energi mesin cuci digunakan untuk memanaskan air.
Fakta Daya:
-
Mesin tanpa pemanas: ±300-600 watt
-
Mesin dengan pemanas: ±1.000-2.000 watt
Tips efisiensi:
-
Gunakan suhu 30°C untuk pakaian harian
-
Jalankan mesin saat muatan penuh
-
Aktifkan mode eco jika tersedia
Untuk kebutuhan normal, suhu rendah sudah cukup efektif.
8. Gunakan Dishwasher Saat Muatan Penuh
Jika menggunakan mesin cuci piring, jangan menyalakannya saat setengah kosong.
Fakta daya:
-
Dishwasher: ±1.200-2.400 watt per siklus
Satu siklus penuh jauh lebih hemat dibanding beberapa siklus kecil.
9. Pilih Shower Dibanding Berendam
Mandi berendam membutuhkan air panas jauh lebih banyak dibanding shower.
Fakta konsumsi air panas:
-
Bathtub: ±150 liter
-
Shower: ±40-60 liter
Untuk penggunaan harian:
-
Shower lebih efisien
-
Konsumsi air dan energi lebih terkendali
10. Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan
Kebiasaan klasik namun tetap relevan.
Fakta daya:
-
Bohlam pijar: 60-100 watt
-
LED setara: 8-15 watt
Agar lebih maksimal:
-
Gunakan lampu LED
-
Maksimalkan cahaya alami di siang hari
| Skala | Estimasi |
| Minimal | Rp100.000/bulan |
| Moderat | Rp180.000/bulan |
| Maksimal | Rp300.000+/bulan |
| Tahunan | Rp1,2 - Rp3,6 juta |
[Gambas:Video CNBC]