10 Cara Hemat Energi di Rumah, Tagihan Listrik Bulanan Lebih Ringan
Jakarta, CNBC Indonesia - Menghemat energi di rumah bukan hanya soal menurunkan tagihan listrik dan gas. Dengan kebiasaan sederhana sehari-hari, siapa pun bisa mengurangi konsumsi energi tanpa perlu renovasi besar atau membeli peralatan mahal.
Menurut Energy Saving Trust (EST), lembaga independen asal Inggris yang fokus pada efisiensi energi rumah tangga, sebagian besar pemborosan energi justru berasal dari kebiasaan kecil yang sering tidak disadari.
Berikut 10 langkah praktis menghemat energi di rumah yang bisa langsung diterapkan, tanpa ribet dan tanpa biaya besar.
1. Tutup Celah di Pintu dan Jendela
Celah kecil di pintu dan jendela bisa menyebabkan kebocoran udara panas atau dingin. Akibatnya, AC atau pemanas harus bekerja lebih keras.
Fakta daya:
-
AC ½ PK: ±300-500 watt
-
AC 1 PK: ±600-900 watt
Solusi yang relatif murah:
-
Pasang karet seal pintu dan jendela
-
Gunakan door stopper atau draft excluder
-
Periksa kusen yang sudah tidak rapat
Langkah ini dapat menjaga suhu ruangan lebih stabil sekaligus mengurangi beban listrik.
2. Kurangi Penggunaan Mesin Pengering
Mesin pengering termasuk peralatan dengan konsumsi listrik paling tinggi di rumah tangga.
Fakta daya:
-
Electric dryer: ±1.800-5.000 watt per siklus
Alternatif yang lebih hemat:
-
Jemur pakaian di bawah sinar matahari
-
Gunakan rak jemur indoor dengan ventilasi baik
Selain menekan konsumsi energi, pakaian juga cenderung lebih awet.
3. Batasi Waktu Mandi Air Panas
Pemanas air membutuhkan energi besar, terutama jika digunakan terlalu lama.
Fakta daya:
-
Water heater tangki: ±1.000-2.000 watt
-
Instant heater: ±2.000-4.500 watt
Rekomendasi praktis:
-
Batasi mandi sekitar 4-5 menit
-
Gunakan shower hemat air
-
Matikan air saat memakai sabun atau sampo
Semakin singkat durasi mandi, semakin kecil energi yang terpakai.
4. Matikan Mode Standby
Banyak perangkat tetap menyedot listrik meski terlihat mati, seperti:
Fakta daya:
-
TV LED: ±50-150 watt
-
Microwave standby: ±3-10 watt
-
Charger HP: ±5-20 watt
Ini dikenal sebagai phantom load atau konsumsi listrik hantu.
Solusinya:
-
Cabut steker jika tidak digunakan
-
Gunakan stop kontak dengan saklar
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memangkas konsumsi listrik cukup signifikan.
5. Isolasi Tangki Air Panas
Jika menggunakan water heater bertangki, pastikan tangki memiliki lapisan isolasi.
Fakta daya:
-
Pemanas tangki rata-rata ±1.500 watt
Manfaat utama:
-
Air panas bertahan lebih lama
-
Mesin pemanas tidak perlu sering menyala ulang
-
Konsumsi energi lebih stabil
6. Gunakan Air dan Listrik Secukupnya di Dapur
Dapur merupakan salah satu titik konsumsi energi terbesar di rumah.
Fakta daya umum:
-
Ketel listrik: ±1.200-1.800 watt
-
Rice cooker: ±300-700 watt
-
Kompor listrik: ±1.000-2.000 watt
Contoh kebiasaan hemat:
-
Isi ketel hanya sesuai kebutuhan
-
Gunakan panci sesuai ukuran kompor
-
Pasang aerator pada keran
Langkah sederhana ini bisa menurunkan penggunaan energi tanpa mengorbankan kenyamanan.
7. Cuci Pakaian dengan Suhu Rendah
Sebagian besar energi mesin cuci digunakan untuk memanaskan air.
Fakta Daya:
-
Mesin tanpa pemanas: ±300-600 watt
-
Mesin dengan pemanas: ±1.000-2.000 watt
Tips efisiensi:
-
Gunakan suhu 30°C untuk pakaian harian
-
Jalankan mesin saat muatan penuh
-
Aktifkan mode eco jika tersedia
Untuk kebutuhan normal, suhu rendah sudah cukup efektif.
8. Gunakan Dishwasher Saat Muatan Penuh
Jika menggunakan mesin cuci piring, jangan menyalakannya saat setengah kosong.
Fakta daya:
-
Dishwasher: ±1.200-2.400 watt per siklus
Satu siklus penuh jauh lebih hemat dibanding beberapa siklus kecil.
9. Pilih Shower Dibanding Berendam
Mandi berendam membutuhkan air panas jauh lebih banyak dibanding shower.
Fakta konsumsi air panas:
-
Bathtub: ±150 liter
-
Shower: ±40-60 liter
Untuk penggunaan harian:
-
Shower lebih efisien
-
Konsumsi air dan energi lebih terkendali
10. Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan
Kebiasaan klasik namun tetap relevan.
Fakta daya:
-
Bohlam pijar: 60-100 watt
-
LED setara: 8-15 watt
Agar lebih maksimal:
-
Gunakan lampu LED
-
Maksimalkan cahaya alami di siang hari
| Skala | Estimasi |
| Minimal | Rp100.000/bulan |
| Moderat | Rp180.000/bulan |
| Maksimal | Rp300.000 /bulan |
| Tahunan | Rp1,2 - Rp3,6 juta |
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]