Motivator Chandra Putra Negara Jadi Influencer Emas Bodong?

My Money - Aulia Akbar, CNBC Indonesia
24 January 2023 07:25
Salah satu video di akun Youtube Success Before 30 Foto: Aulia Akbar

Jakarta, CNBC Indonesia - Motivator sekaligus pengusaha Chandra Putra Negara (CPN), ternyata pernah menjadi brand influencer dari aplikasi emas digital yang tidak mendapat izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yaitu Tamasia pada rentang 2019 hingga 2021.

Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC, tepat pada tanggal 17 Agustus 2021, CPN mengunggah video ke akun Youtube Success Before 30 berjudul 4 Jenis Kekayaan yang Kalau Anda Ikuti Jaminan Pasti Kaya. Youtuber dengan 3,95 juta subscriber ini mempromosikan Tamasia di lewat kolom komentar dengan menyematkan link download aplikasi Tamasia di PlayStore dan Appstore.

Dalam video yang sudah ditonton 22 ribu orang hingga 22 Januari 2023 ini, CPN juga membagikan kode referral CPNSB30 bagi mereka yang sudah mendaftarkan diri.

Tak hanya di video tersebut, di 2021 CPN juga mempromosikan aplikasi tak berizin ini di video-videonya yang berjudul "Kenapa Gaji Saya Selalu Habis di Tengah Bulan?"(ditonton 26 ribu user) dan "4 Cara Mengangkat Beban Hidupmu" (ditonton 66 ribu user).

Di tahun 2020, CPN bahkan tidak hanya menyematkan link namun juga mempromosikan aplikasi ini secara verbal di video.

"Kalau menabung emas jangan lupa di Tamasia, gunakan kode referral CPNSB30 dan jangan lupa menabung saham langsung di liat link webinar di bawah KIPM Komunitas Edukasi Pelatihan Menabung, disitu saya banyak webinarnya dan investasi ketiga adalah menabung properti, nah itu ada waktunya..," demikian pernyataan CPN dalam video yang berjudul 4 Jenis Investasi Terbaik Sebelum Usia Anda 30 Tahun, yang sudah ditonton 252 ribu user per 22 Januari 2023.

Bukan cuma Youtube, promosi pun dilakukan oleh entrepreneur dengan enam anak usaha ini juga mempromosikan Tamasia lewat artikel di situs chandraputranegara.co.id.

Di halaman utama situs tersebut, terpampang tulisan bahwa CPN adalah brand influencer dari Bank DBS, LUNO World wide digital aset exchanger, Tamasia (tabungan emas digital), Tokopedia (marketplace), dan AHHA (Brand clothing of Atta Halilintar).

Artikel yang berjudul Penyebab Harga Emas Naik Hingga 1 Juta di situs tersebut mengulas salah satu fitur Tamasia seputar menabung emas dengan modal kecil. Tidak ditemukan adanya kalimat yang berkaitan dengan legalitas platform investasi tersebut di artikel ini.

Tepat pada 20 Januari 2023, CNBC Indonesia telah menghubungi CPN lewat DM di Instagram untuk dimintai keterangan seputar aktivitas promosi Tamasia di rentang tahun 2019 hingga 2021. Namun hingga saat ini, CPN belum memberikan balasan terkait hal tersebut.

Apa itu emas digital dan seberapa aman investasi ini?

Emas digital sejatinya adalah emas fisik yang diperdagangkan secara online lewat bantuan aplikasi di smartphone. Konsep emas digital kurang lebih sama seperti tabungan di bank, ketika Anda membeli emas di aplikasi tersebut, maka uang Anda akan dikonversikan ke dalam saldo emas.

Segala kegiatan perdagangan emas digital diatur di Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka dan perubahannya.

Adapun kegiatan perdagangan fisik emas digital dilakukan di PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), sementara itu penyelesaian transaksinya diserahkan ke PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mengatakan bahwa, Tamasia yang berada di bawah naungan PT Tamasia Global Sharia sudah diminta mengurus izin ke Bappebti. Namun hingga saat ini, nama perusahaan itu belum masuk dalam jajaran perusahaan pedagang emas digital di situs Bappebti.

Untuk bisa mengantongi izin Bappebti, perusahaan pedagang emas digital harus memiliki modal Rp 20 miliar dan bisa mempertahankan modal akhir sebesar Rp 16 miliar atau ⅔ dari total pengelolaan emas.

Mereka juga akan diminta menempatkan emas pada Pengelola Tempat Penyimpanan sebesar 10 kg dengan rincian 75%nya berbentuk emas batangan dan 25%nya berbentuk uang tunai, untuk mekanisme matching di Pedagang Fisik Emas Digital.

Apabila pedagang tidak mengantongi izin dari Bappebti, maka tidak ada pengawasan seputar perdagangan hingga penyelesaian transaksi untuk setiap transaksinya.

 


[Gambas:Video CNBC]

(aak/aak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading