Pahami Profil Risiko Sebelum Memulai Investasi

My Money - Dwitya Putra, CNBC Indonesia
24 April 2022 21:01
Ilustrasi Investasi (Photo by Liza Summer via pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam investasi setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Ada yang investasi untuk dana pendidikan anak selama 5 tahun mendatang, ada pula yang merencanakan dana pernikahanuntuk tahun depan.

Sementara beberapa orang juga ada yang investasi dengan bermimpi untuk membeli kendaraan, hingga rumah impian.

Perbedaan tujuan keuangan inilah yang membedakan instrumen/produk investasi apa yang paling tepat serta periode waktu yang setiap orang butuhkan dalam berinvestasi.


Namun yang perlu diingat, berbicara investasi Anda juga perlu memperhatikan soal risiko. Semakin tinggi imbal hasil yang Anda harapkan, semakin tinggi pula risiko yang akan Anda tanggung nanti.

Oleh sebab itu, setiap investor, perlu mengetahui profil risiko dalam berinvestasi. Umumnya, ada 3 profil risiko seseorang dalam berinvestasi, diantaranya sebagai berikut:

1.Konservatif

Profil ini merupakan sebutan bagi Anda yang menghindari risiko tinggi. Instrumen yang cocok bagi Anda dengan profil konservatif adalah instrumen yang "aman", yaitu memiliki nilai kenaikan yang cenderung stabil, tidak fluktuatif, namun terjamin.

Instrumen yang cocok diantaranya adalah reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, deposito, surat utang negara.

2.Moderat

Profil ini pas bagi Anda yang masih dapat menoleransi sebagian risiko penurunan nilai investasi, tapi pada saat yang sama tidak ingin mendapatkan terlalu sedikit keuntungan.

Orang moderat masih bisa menerima penurunan nilai investasi hingga tingkat tertentu, karena cost yang timbul dari kerugian yang mungkin terjadi, bernilai lebih tinggi dari profil konservatif namun masih cenderung aman. Begitu juga dengan return yang mungkin diperoleh.

Nah, bagi Anda yang merasa memiliki profil moderat, Anda dapat memiliki instrumen seperti reksa dana campuran dan saham-saham bluechip (LQ 45).

3.Agresif

Jika Anda termasuk orang yang tidak takut mengambil risiko tinggi karena merasa optimis akan berhasil mendapatkan keuntungan tinggi pula, berati inilah profil risiko Anda, yakni agresif.

Profil risiko ini cocok bagi Anda yang mengejar peningkatan nilai investasi dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki usia cukup muda, tidak ada salahnya mencoba instrumen yang diperuntukkan bagi investor agresif, karena Anda memiliki waktu lebih banyak jika keuntungan yang didapatkan tidak sesuai dengan rencana.

Orang dengan profil risiko ini dapat menoleransi penurunan nilai investasi dalam jumlah besar. Contoh instrumen investasi untuk profil agresif diantaranya saham, fintech peer to peer lending dan reksa dana saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cara dan Syarat Lengkap Buka Tabungan Emas di Pegadaian


(dpu/dpu)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading