Mengenal Apa Itu Giro dan Bedanya dengan Tabungan

My Money - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
11 March 2022 17:10
Ilustrasi (Photo by Matthias Zomer from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selain tabungan, perbankan memiliki produk simpanan lainnya seperti rekening giro. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang benar-benar mengenal dengan produk seperti giro pada transaksi perbankan.

Lalu, apa itu rekening giro? Apa perbedaannya dengan tabungan pada umumnya? Keduanya sama-sama merupakan produk simpanan pada sebuah bank yang bisa diakses secara perseorangan maupun atas nama perusahaan.

Agar lebih memahami perbedaan keduanya, mari kita bahas lebih lengkap mengenai rekening giro di ulasan berikut ini yuk!


Pengertian Rekening Giro

Giro adalah salah satu produk simpanan pada sebuah bank yang bisa diakses oleh nasabah perseorangan atau badan usaha dalam bentuk dana rupiah maupun mata uang asing. Penarikan giro disebut dengan current account.

Penarikan giro juga dapat dilakukan kapan saja, selama jam kerja menggunakan warkat cek dan bilyet giro. Baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) dan badan usaha serta institusi lainnya bisa membuka rekening giro secara sah menurut hukum yang berlaku.

Rekening giro pada umumnya dimanfaatkan oleh para nasabah bank untuk melakukan transaksi keuangan, khususnya jika ingin melakukan transfer dalam jumlah yang besar. Jadi, nasabah yang memiliki rekening jenis ini tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Saat ingin melakukan transaksi, nasabah hanya perlu melakukan pembayaran transaksi dengan menggunakan cek atau bilyet giro yang diberikan kepada pihak yang akan menerima uang tersebut. Apa itu cek dan bilyet giro?

  • Cek

Cek merupakan surat berharga yang digunakan sebagai alat transaksi pembayaran. Cek diterbitkan oleh bank sebagai pengganti uang tunai dan bisa dicairkan secara tunai.

  • Bilyet Giro

Bilyet giro adalah surat berharga yang digunakan sebagai alat transaksi dan diterbitkan langsung oleh pihak bank. Surat ini digunakan sebagai pengganti uang tunai yang bisa dicairkan secara tidak tunai melalui pemindahbukuan ke rekening yang bersangkutan sesuai dengan waktu dan tanggal yang tertera pada bilyet giro.

Perbedaan Giro dan Tabungan Biasa

Dari penjelasan di atas, sangat jelas bahwa perbedaan utama dari keduanya adalah cara penarikan uang. Rekening giro hanya bisa menarik uang dengan menggunakan warkat cek atau bilyet giro di jam operasional bank.

Sementara rekening tabungan bisa melakukan transaksi melalui ATM, m-banking, internet banking, SMS banking atau di teller bank. Selain itu, ada lagi perbedaan dari kedua produk perbankan ini yang wajib dipahami oleh para nasabah berikut ini:

1. Cara Pembuatan Rekening

Nasabah hanya bisa membuat rekening giro dengan mendatangi kantor cabang bank terdekat secara langsung. Sementara, saat ini rekening tabungan bisa dibuka secara online menggunakan m-banking di HP dan nasabah juga bisa mengunjungi langsung kantor cabang bank terdekat.

2. Jumlah Maksimal Transaksi

Produk rekening tabungan memiliki batas maksimal transaksi yang berbeda-beda tergantung dari pilihan jenisnya. Pada umumnya batas maksimal transaksi di tabungan adalah sekitar Rp 25 juta hingga Rp 100 juta.

Berbeda dengan rekening giro yang memiliki metode transaksi dana dalam jumlah besar. Batas penarikan dan pemindahbukuan dana di rekening bisa mencapai maksimal Rp 500 juta.

3. Target Penggunanya

Target pengguna tabungan biasa lebih luas dibandingkan rekening giro. Karena untuk membuka rekening tabungan dan melakukan transaksi melalui rekening tabungan bisa dilakukan dalam jumlah kecil maupun besar.

Beda halnya dengan rekening giro yang hanya digunakan untuk transaksi besar saja. Itu mengapa rekening ini hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang saja.

4. Waktu Untuk Transaksi

Mencairkan dana yang ada di rekening giro harus dengan mencantumkan tanggal terbit dan tanggal efektif pada bilyet atau cek untuk memberikan kepastian waktu transaksi. Sementara itu, rekening tabungan bisa melakukan transaksi kapanpun tanpa harus melampirkan tanggal efektif terlebih dahulu.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Buka Rekening Giro

Rekening giro berfungsi untuk transaksi dana dalam jumlah yang besar. Tentu para nasabah perlu mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam bertransaksi. Berikut informasi terkait hal-hal yang harus diperhatikan ketika nasabah ingin membuka rekening giro:

  • Segera kembalikan lembaran pertama bukti penerimaan cek atau bilyet agar rekening bisa diaktifkan oleh bank.

  • Catat pengeluaran dari tanggal, nomor hingga jumlah uang di lembar sebelah kiri buku cek atau bilyet yang berguna sebagai alat kontrol, supaya pengeluaran bisa disesuaikan dengan dana yang tersimpan.

  • Hati-hati ketika hendak mengeluarkan Cek Atas Unjuk dan jangan sampai hilang, karena Cek telah dibubuhi tanda tangan serta materai yang bisa dapat segera dibayarkan oleh bank tanpa harus melakukan verifikasi kepada pembawa Cek.

  • Tidak melakukan pembayaran melalui cek atau bilyet apabila saldo dana tidak cukup, karena pihak bank akan menolak pembayaran tersebut.

  • Hindari penggunaan cek tanpa cukup saldo karena bisa membuat nasabah dicantumkan pada Daftar Hitam Nasional yang disebarkan oleh Bank Indonesia kepada seluruh bank di Indonesia.

  • Segera lapor ke bank jika Anda kehilangan satu lembar cek atau bilyet atau seluruh bukunya, sehingga bank bisa segere memblokir rekening.

  • Cek atau bilyet hanya berlaku 70 hari setelah diterbitkan, jika melampaui tenggat waktu tersebut maka warkat tidak bisa digunakan atau kadaluarsa.

Itu dia informasi mengenai rekening giro. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk membuka rekening tersebut? Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat!

 


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading