Produksi Cetak Rekor, PGEO Kebut Proyek Panas Bumi 105 MW

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Rabu, 04/11/2026 15:52 WIB
Foto: PT Pertamina Geothermal Energy atau PGEO Tbk di kawasan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) alias PGE membukukan pertumbuhan laba bersih 21,45% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi US$126,62 juta atau setara Rp2,3 triliun pada kuartal III-2026.

Pendapatan emiten pelat merah panas bumi itu mencatatkan pendapatan US$352,20 juta, meningkat 10,46% YoY. Sementara EBITDA turut meningkat 15,58% menjadi US$287,77 juta.

Kas dan setara kas PGE mencapai US$713,68 juta. Perseroan juga mencatatkan penurunan total liabilitas sebesar 3,37% menjadi US$955,55 juta.


Seiring dengan torehan tersebut, PGE juga mencatatkan rekor produksi energi tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh), meningkat 9,86% yoy sepanjang Januari-September 2026.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pihaknya terus mempercepat pengembangan proyek prioritas sekaligus memperkuat kesiapan portofolio untuk memastikan pertumbuhan kapasitas pembangkit secara berkelanjutan.

"Target 1 GW pada 2028 menjadi tonggak penting dalam strategi pertumbuhan PGE. Kami optimistis dapat mencapainya melalui percepatan proyek-proyek prioritas, penguatan kesiapan investasi, serta optimalisasi aset yang sudah beroperasi. Optimisme ini didukung fondasi bisnis yang solid, tercermin dari rekor produksi dan pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan hingga September 2026," ujar Yani.

Saat ini, PGE memiliki kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 727 megawatt (MW). Melalui pengembangan organik, anorganik, dan akselerasi proyek, Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas menjadi 1 GW pada 2028, yang akan dilanjutkan hingga 1,8 GW pada 2033.

Untuk mencapai 1 GW, PGE memprioritaskan 12 proyek pengembangan berkapasitas total 320 MW. Dari portofolio tersebut, PGE mengakselerasi lima proyek dengan total kapasitas 105 MW yang semula dijadwalkan beroperasi setelah 2028.

Selain proyek-proyek menuju 1 GW, PGE terus memperkuat portofolio pengembangan panas bumi dengan total potensi hingga 3 GW, termasuk sejumlah proyek yang telah memperoleh Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) atau Perjanjian Jual Beli Uap (Steam Sales Contract/SSC).

Proyek-proyek ini menjadi bagian strategi pertumbuhan bisnis PGE melalui optimalisasi aset brownfield dan pengembangan proyek greenfield.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Review MSCI Membayangi, IHSG Berhasil Ditutup Menguat di 4.900