Internasional

Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

tps/sef, CNBC Indonesia
Rabu, 04/11/2026 09:01 WIB
Foto: Disney. (Patrick T. FALLON / AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa hiburan dunia, Walt Disney, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap beberapa ribu karyawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memangkas biaya operasional dan merombak organisasi di tengah strategi efisiensi.

Mengutip CNBC International, Rabu (4/11/2026), sejumlah manajer di perusahaan tersebut bahkan telah diminta memangkas biaya hingga 20%. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, tetapi meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada publik.


Rencana PHK terbaru ini menjadi gelombang pemangkasan karyawan sejak Josh D'Amaro menjabat. Ia ditunjuk menjadi CEO Disney pada awal tahun ini.

Pada April 2026, Disney telah mengumumkan rencana memangkas hingga 1.000 karyawan, terutama di divisi pemasaran. Kemudian pada September, perusahaan kembali memangkas sekitar 300 pekerja, yang sebagian besar berasal dari divisi sumber daya manusia (HR) dan teknologi.

Bloomberg menjadi media pertama yang melaporkan rencana PHK terbaru tersebut. Meski demikian, pimpinan perusahaan sebenarnya telah memberikan sinyal mengenai kemungkinan pengurangan jumlah karyawan dalam laporan kinerja keuangan pada Agustus lalu.

"Kami tetap sangat fokus pada pengurangan biaya di seluruh perusahaan untuk menciptakan kapasitas tambahan yang dapat digunakan untuk investasi pertumbuhan. Kami juga sedang mengevaluasi berbagai langkah yang dapat dilakukan," tulis D'Amaro bersama Chief Financial Officer (CFO) Hugh Johnston dalam surat kepada pemegang saham pada 5 Agustus.

"Proses tersebut masih berlangsung dan perusahaan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangannya," tambahnya kala itu.

Pada Agustus, Disney juga memperkenalkan program pensiun dini bagi sebagian karyawannya. Chief People Officer Disney, Sonia Coleman, dalam surat kepada karyawan pada 24 Agustus mengatakan program tersebut merupakan salah satu dari sejumlah langkah untuk merombak struktur organisasi.

"Ini merupakan salah satu dari beberapa tindakan yang kami ambil untuk membentuk kembali organisasi, termasuk pengurangan jumlah karyawan secara tidak sukarela yang telah dimulai di beberapa bagian dan akan berlanjut hingga tahun depan," tulis Coleman.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan perusahaan, Disney memiliki sekitar 231.000 karyawan pada akhir tahun fiskal 2025 yang berakhir pada September tahun tersebut.

Bukan Cuma Disney, Netflix Juga PHK Karyawan

Disney bukan satu-satunya perusahaan hiburan yang berupaya memangkas biaya operasional melalui pengurangan tenaga kerja. Netflix bulan lalu mengumumkan melalui memo internal bahwa perusahaan akan melakukan PHK terhadap sekitar 6% dari total karyawannya.

Sementara itu, Skydance, perusahaan hasil penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery, juga diperkirakan akan memangkas jumlah pekerja. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan merealisasikan target sinergi senilai US$6 miliar dalam kurun waktu tiga tahun.

Disney dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal IV tahun fiskal 2026 pada 17 November mendatang.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Dibuka Melemah 1,5% & Merosot ke Level 4.800-an