81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

Annisa Rini, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 14:58 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada perdagangan hari ini, Senin (2/11/2026) Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Terdapat sebanyak 81 saham emiten yang dikeluarkan dari indeks dengan bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Sementara, kapitalisasi pasar saham-saham tersebut mencapai sekitar 30% dari total kapitalisasi pasar saham di Bursa.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kebijakan ini dipastikan tidak akan memicu penurunan drastis maupun lonjakan pada indeks acuan pasar saham Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari langkah sebelumnya yang mengecualikan saham-saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.


Dalam implementasinya, bobot saham-saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan indeks akan didistribusikan kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG.

"Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis, ya sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks," ujar Jeffrey dikutip Senin (2/11/2026).

Seiring dengan langkah BEI dalam mengecualikan 81 saham emiten dari penghitungan IHSG, terdapat perubahan bobot sejumlah emiten yang masih bertahan dalam perhitungan. Melalui pengumuman bernomor No. Peng-00204/BEI.POP/10-2026, BEI menyatakan telah melakukan evaluasi atas beberapa indeks, termasuk IHSG.

Sejumlah emiten yang memiliki bobot terbesar usai evaluasi tersebut di antaranya emiten sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan bobot masing-masing sebesar 9% dari 8,75% dan 7,93%. Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan bobot sebesar 7,12% dari sebelumnya sebesar 5,70%.

Kemudian PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dari 3,76% menjadi 4,68%, disusul PT Astra International Tbk. (ASII) dengan bobot 4,15% dari 3,35%.

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) kini memiliki bobot terhadap IHSG sebesar 3,50% dari sebelumnya 2,79%, lalu PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) sebesar 3,24% dari 2,59%.

Emiten bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) masuk ke dalam daftar saham dengan bobot terbesar usai HSC dikeluarkan dari perhitungan indeks dengan bobot 2,61% dari sebelumnya 2,08%, lalu PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar 1,95% dari 1,56%, dan PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) sebesar 1,86% dari 1,48%.

Berikut daftar 10 saham dengan bobot terbesar usai pengecualian 81 saham HSC dari perhitungan IHSG:


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an