MARKET DATA

BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG, Kapitalisasi Pasar Aman?

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
27 October 2026 08:35
Direktur Utama KPEI, Iding Pardi di Gedung BEI, Rabu (20/5/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Foto: Direktur Utama KPEI, Iding Pardi di Gedung BEI, Rabu (20/5/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan, pengeluaran 81 saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan mengurangi kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan, saham-saham HSC memiliki bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham-saham tersebut mencapai sekitar 30% dari total kapitalisasi pasar saham di bursa.

Menurutnya, pengeluaran saham-saham HSC hanya memengaruhi perhitungan IHSG dan tidak menghapus kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan tersebut dari keseluruhan pasar modal Indonesia.

"Dengan keluarnya HSC dari IHSG tidak akan menurunkan market cap secara keseluruhan. Karena saham-saham HSC tersebut hanya dikeluarkan dari perhitungan IHSG," ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).


Dengan demikian, kapitalisasi pasar BEI tetap dihitung berdasarkan seluruh saham yang tercatat di bursa, termasuk saham-saham yang masuk dalam kategori HSC.

"Adapun matket cap dihitung dari semua saham, termasuk saham HSC," tutupnya.

Sebagai informasi, pengeluaran saham-saham IHSG dari bobot IHSG mulai 2 November 2026. Kebijakan ini dipastikan tidak akan memicu penurunan drastis maupun lonjakan pada indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari langkah sebelumnya yang mengecualikan saham-saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BEI Ubah Aturan, Mulai 2 November Saham HSC Tak Masuk Kriteria IHSG


Most Popular
Features