Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG Hari Ini, Begini Penjelasan Bos BEI

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 12:12 WIB
Foto: Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan usai konferensi pers RUPSLB PT Bursa Efek Indonesia saat sesi doorstop di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) telah resmi dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (2/11/2026).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa saham-saham HSC tersebut telah dikeluarkan dari perhitungan IHSG usai penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026).

"Jadi, di hari Jum'at, setelah pasar tutup, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Senin (2/11/2026).


Adapun jumlah saham HSC yang dikeluarkan sebanyak 81 saham. Memperhitungkan jumlah tersebut ditambah saham-saham yang masuk papan akselerasi, jumlah saham yang diperhitungkan di IHSG tersisa 837 saham.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG sempat anjlok lebih dari 1%. Jeffrey tidak mengambil pusing pergerakan tersebut. "Ya, naik turun itu kan emang dinamika pasar. Mekanisme pasar sedang bekerja. Indeks hanya mengeluarkan itu," tuturnya.

IHSG dibuka melemah di level 5.039,54, turun 17,51 poin atau 0,35% pada perdagangan hari ini. Tekanan berlanjut pada awal perdagangan hingga indeks menyentuh level terendah harian di 4.981,52, atau terkoreksi 75,53 poin (-1,49%) dan sempat berada di bawah level psikologis 5.000.

Setelah itu, IHSG berbalik arah dan naik bertahap sepanjang sesi. Dari level terendahnya, indeks menguat 132,69 poin atau 2,66% hingga posisi terkini. Rentang pergerakan harian dari level terendah 4.981,52 ke level tertinggi 5.116,48 mencapai 134,96 poin. Penguatan tersebut membawa IHSG bertahan di atas level 5.100.

Sebelumnya, Jeffrey menegaskan, kebijakan tersebut dipastikan tidak akan memicu penurunan drastis maupun lonjakan pada indeks acuan pasar saham Indonesia. Menurutnya, kebijakan itu merupakan kelanjutan dari langkah sebelumnya yang mengecualikan saham-saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.

Dalam implementasinya, bobot saham-saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan indeks akan didistribusikan kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG.

"Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis, ya sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks," ujar Jeffrey.


(asr/eku)
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Sentimen Ini Jadi Penekan!