MARKET DATA

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Annisa Rini,  CNBC Indonesia
30 October 2026 14:38
Proses pengolahan timah di PT Timah. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Proses pengolahan timah di PT Timah. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih kuartal III/2026 sebesar Rp4,12 triliun atau melonjak 584% secara tahunan (year-on-year/YoY) di tengah kenaikan harga timah global.

Selama sembilan bulan tahun ini, harga rata-rata cash settlement price (CSP) timah di London Metal Exchange (LME) mencapai US$51.636,61 per metrik ton, melonjak 57,55% secara tahunan dari US$32.775,58 per metrik ton.

Capaian itu didukung pendapatan usaha senilai Rp16,15 triliun atau naik 144% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan volume penjualan serta harga jual rata-rata logam timah," demikian penjelasan manajemen PT Timah dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).

Pada periode yang sama, laba usaha TINS tercatat senilai Rp5,60 triliun, meningkat 594% YoY dari Rp807,25 miliar. EBITDA mencapai Rp6,18 triliun, meningkat 323% dibandingkan kuartal III/2025 yang senilai Rp1,46 triliun.

Perseroan juga membukukan produksi bijih timah sebesar 18.883 ton Sn, meningkat 55% dibandingkan kuartal III/2025 sebesar 12.190 ton Sn. Sejalan dengan peningkatan tersebut, produksi logam timah mencapai 16.190 metrik ton Sn, meningkat 49% dibandingkan 9 bulan 2025 yang sebesar 10.855 metrik ton Sn.

Dari sisi penjualan, volume penjualan logam timah TINS mencapai 16.304 metrik ton, meningkat 72% Secara tahunan dari 9.469 metrik ton.

Sejalan dengan perkembangan harga timah di pasar global, harga jual rata-rata logam timah perseroan hingga kuartal III/2026 mencapai US$51.011 per metrik ton, meningkat 52% dibandingkan kuartal III/2025 yang sebesar USD33.596 per metrik ton.

Dari sisi posisi keuangan, total aset PT Timah per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp17,26 triliun, meningkat 26% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun. Total liabilitas tercatat sebesar Rp5,29 triliun, meningkat sekitar 1% dri Rp5,23 triliun.

Sementara itu, ekuitas meningkat 42% menjadi Rp11,97 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025.

(asr/asr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba TINS Terbang 805% Jadi Rp2,71 T, Manajemen Ungkap Rahasianya


Most Popular
Features