MARKET DATA

Danantara Bikin Cuan BUMN Makin Tebal, Timah Pimpin Kenaikan Laba 804%

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
12 August 2026 09:20
Proses pengolahan timah di PT Timah. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Proses pengolahan timah di PT Timah. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah mengumumkan laporan keuangan Semester I 2026 sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencatat kinerja positif.

PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatatkan pertumbuhan laba paling dramatis di antara BUMN lainnya. Perusahaan tambang pelat merah ini membukukan laba bersih Rp 2,71 triliun, melonjak 804,7% dari sebelumnya hanya Rp 300 miliar.

Selanjutnya, PT Pupuk Indonesia juga turut mencatatkan kinerja gemilang dengan laba bersih Rp8,51 triliun, tumbuh 253% dibandingkan Rp2,41 triliun pada semester I 2025.

Di sektor semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mencatat kenaikan laba 196,5%, dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar. Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara tumbuh 150% dengan laba mencapai Rp890 miliar.

Pertumbuhan solid juga terlihat di sektor jasa keuangan dan logistik. PT Pegadaian (Persero) membukukan kenaikan laba 84,6% menjadi Rp6,59 triliun, disusul PT Pelindo (Persero) yang tumbuh 60,4% menjadi Rp2,57 triliun. Begitu juga PTPN IV PalmCo mencatatkan kenaikan 54% menjadi Rp3,23 triliun.

Selain itu, dari sektor perbankan, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) tumbuh 40,8% menjadi Rp2,40 triliun. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mencatatkan pertumbuhan laba 24,3% menjadi Rp30,41 triliun.

Adapun PT Pertamina Geothermal Energy mencatatkan pertumbuhan laba 15,5% menjadi US$ 79,61 juta dolar.

Di sisi lain, yang tak kalah penting, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi berhasil membalikkan keadaan pada semester ini. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), yang lama menjadi simbol beban di sektor BUMN karya dan industri berat, berhasil keluar dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar.

Hal serupa terjadi pada PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF), yang berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto mengatakan, kinerja keuangan BUMN masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN.

"Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," ujar Toto di Jakarta, dikutip Rabu (12/8/2026).

Menurut Toto, potensi kinerja BUMN masih terbuka. Hal ini seiring langkah streamlining BUMN yang mendorong efisiensi jumlah perusahaan negara akan semakin efektif dan efisien. Toto menilai perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara.

"Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," ucapnya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis


Most Popular
Features