CLOSE AD
MARKET DATA

Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
10 August 2026 18:52
Timah balok siap jual. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Timah balok siap jual. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba bersih PT Timah pada Semester I-2026 mencapai Rp2,71 triliun, melampaui target laba bersih Perseroan tahun 2025 sebesar Rp1,61 triliun atau 169% dari target. Dari sisi posisi keuangan, nilai aset Perseroan pada Semester I-2026 meningkat 21% menjadi Rp16,45 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun.

Sementara dari sisi laba usaha semester I-2026, tercatat sebesar Rp3,48 triliun meningkat signifikan dibandingkan Semester I-2025 sebesar Rp0,38 triliun. TINS juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 363% dibandingkan EBITDA Semester I-2025 sebesar Rp0,84 triliun.

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembungan Usaha Harry Budi Sidharta mengatakan kinerja tersebut didorong oleh dua hal utama. Pertama adalah kenaikan penjualan logam timah 10.984 Ton atau 185% dibanding 2025.

"Kenaikan penjualan logam didukung oleh perolehan bijih timah melalui penguatan tata kelola timah yang semakin baik. Yang kedua, kenaikan harga logam timah rata-rata hingga Juni 2026 di US$ 49,700/ton atau 41% di atas harga rata-rata tahun lalu," jelas Harry kepada CNBC Indonesia, Senin (10/8/2026).

Harry menjelaskan ke depan, PT Timah akan mengusahakan penambangan primer sebagai sumber penambangan bijih timah, ekstensifikasi dan intensifikasi eksplorasi untuk menjaga pasokan bijih timah perusahaan, serta pengelolaan mineral ikutan timah.

"Target hingga akhir tahun diharapkan dapat tercapai target produksi dan penjualan logam hingga 25.000 ton," pungkas dia.

Sementara itu, ekuitas Perseroan meningkat 25% menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025, didukung oleh pencapaian laba bersih selama Semester I-2026.

Dari sisi operasi, produksi bijih timah TINS mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6.997 ton Sn. Peningkatan produksi tersebut didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas Tambang Kecil dan Tambang Ponton Isap Darat.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan 'Raksasa dari China'


Most Popular
Features