MARKET DATA

Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

Annisa S Rini,  CNBC Indonesia
29 October 2026 06:35
Bank Mandiri
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan IFG Life terkait dengan divestasi PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Sebanyak 200.000 saham Inhealth yang dimiliki Mandiri dilepas kepada IFG Life.

Melansir dari keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/10/2026), penandatanganan tersebut dilaksanakan pada 26 Oktober 2026.

"Harga jual beli saham atas Saham Yang Dijual sebagaimana disepakati pada Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat adalah sebesar Rp570 miliar," demikian penjelasan dalam keterbukaan Bank Mandiri, Kamis (29/10/2026).


Sebagai informasi, komposisi pemegang saham Inhealth saat ini terdiri dari PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) sebesar 80% dan Bank Mandiri sebesar 20%. Sejak terjadi perubahan komposisi pemegang saham pada 26 Juni 2024, Inhealth masuk ke dalam struktur Holding IFG dan menjadi perusahaan anak IFG Life.

Sebelumnya, sebanyak 80% saham Inhealth digenggam oleh Bank Mandiri, kemudian Kimia Farma sebanyak 10%, dan IFG Life sebesar 10%. Dengan divestasi sebanyak 200.000 saham Inhealth atau setara 20% ekuitas perusahaan, maka Bank Mandiri melepas seluruh saham yang dimiliki kepada IFG Life.

"Mengingat bahwa IFG Life dan perseroan [Bank Mandiri] adalah pihak-pihak yang terafiliasi berdasarkan pasal 1 butir 1 POJK No.42/2020, maka divestasi Inhealth merupakan suatu Transaksi Afiliasi," jelas manajemen BMRI.

Dikarenakan nilai transaksi, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Inhealth dibandingkan dengan Bank Mandiri jauh dari ambang batas transaksi material sebesar 20%, maka divestasi ini bukan transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bank Mandiri juga menyampaikan transaksi ini dilakukan dalam rangka inisiatif streamlining asuransi jiwa yang bertujuan memperkuat industries asuransi jiwa melalui konsolidasi perusahaan di bawah supervisi Danantara Asset Management (DAM) dan IFG sebagai holding perusahaan asuransi milik negara.

"Di mana diperlukan sinergi antar pihak yang terafiliasi untuk merealisasikan tujan tersebut. Divestasi ini diharapkan dapat merepresentasikan perusahaan negara yang mampu bersaing dengan perusahaan asuransi jiwa global," tulis manajemen.

Dikutip dari paparan kinerja keuangan, Bank Mandiri saat ini masih memiliki anak usaha yang bergerak di sektor asuransi, yaitu AXA Mandiri Financial Services dengan kepemilikan saham sebesar 51,00%.

Selain itu, bank dengan logo pita emas ini memiliki 7 anak usaha, yaitu Mandiri Taspen, Bank Mandiri Europe Limited, Mandiri Tunas Finance, Mandiri Utama Finance, Mandiri Sekuritas, Mandiri Capital, dan Mandiri Remittance.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Adhi Karya (ADHI) Mau Gelar RUPSLB, Salah Satunya Bahas Divestasi


Most Popular
Features