Dolar Tembus Rp18.100, Destry: BI Tetap Ada di Pasar!

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Senin, 26/10/2026 14:03 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2026 Cakupan Triwulanan dan Tahunan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bank sentral tetap berada di pasar untuk memantau pergerakan nilai tukar rupiah di tengah volatilitas yang terjadi.

Destry mengatakan, pergerakan rupiah pada dasarnya dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran (supply and demand). BI pun terus memantau perkembangan nilai tukar dan akan melihat faktor-faktor yang menjadi penyebab pergerakannya.

"Kita tetap ada di pasar. Ini tergantung supply and demand. Hari ini mungkin lagi... Ya pokoknya tetap kita monitor, kita memantau pergerakannya," ujar Destry dalam acara Danantara TIIF 2026, Senin (26/10/2026).


Saat ditanya apakah BI perlu mengubah strategi intervensi untuk meredam gejolak rupiah, Destry menegaskan belum ada perubahan strategi yang disampaikan. Ia menilai volatilitas yang terjadi masih merupakan bagian dari dinamika pergerakan pasar yang terus dipantau bank sentral.

"Enggak, enggak, enggak. Ini volatilitas biasa, tapi kita akan terus monitor. Kita lihat root cause-nya juga," katanya.

Meski demikian, Destry belum merinci faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini. Ia mengatakan akan mengecek perkembangan lebih lanjut karena belum berada di kantor sejak pagi.

"Saya nanti cek ya. Aku dari tadi enggak di kantor soalnya," ujarnya.

BI terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan. Namun, Destry belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai faktor yang memicu pergerakan rupiah maupun kemungkinan penyesuaian langkah intervensi ke depan.

Merujuk data Refinitiv, pada pukul 10.04 WIB, rupiah terdepresiasi 0,36% ke posisi Rp18.105/US$ dibandingkan penutupan Jumat (23/10/2026) di Rp18.040/US$.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga