Dolar Hampir Rp17.900, BI Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) buka suara ihwal pegerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus tertekan, hingga hampir menyentuh level Rp 17.900/US$ hari ini.
Sebagaimana diketahui, mata uang Garuda terparkir di level terendah sepanjang masa terbaru di Rp17.865/US$ atau terdepresiasi 0,51% pada penutupan perdagangan hari ini. Pelemahan ini sekaligus memperpanjang tren koreksi rupiah dalam lima hari perdagangan beruntun.
Merujuk data Refinitiv, sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di rentang Rp17.800/US$ hingga Rp17.885/US$. Posisi tersebut membuat rupiah semakin mendekati level psikologis berikutnya di Rp17.900/US$.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.
"Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN (utang luar negeri) dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas," kata Ramdan Denny melalui keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).
Ramdan Denny memastikan, BI akan terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.
Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung masuknya aliran modal asing.
Dari sisi permintaan dolar AS, Bank Indonesia juga telah menetapkan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan yang akan berlaku mulai Juni 2026.
Bank Indonesia menurut Ramdan Denny terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi.
"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," ucapnya.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]