Ada Kebakaran Hutan, Emiten Haji Isam (PGUN) Tetap Beroperasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) buka suara terhadap kelangsungan bisnis perusahaan atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area konsesinya. Manajemen menyampaikan, karhutla di sekitar area konsesinya tidak berdampak pada operasiona PGUN.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyatakan kegiatan pemanenan dan pengolahan di PKS tetap berjalan normal.
"Karhutla di sekitar area konsesi tidak menghentikan operasional utama Perseroan. Kegiatan pemanenan dan pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tetap berjalan normal," tulis manajemen, Rabu (14/10/2026).
Manajemen menjelaskan bahwa seluruh kegiatan operasional perkebunan dan pengolahan kelapa sawit terpusat di satu wilayah, yakni Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, yang meliputi sejumlah kecamatan seperti Batu Engau. Wilayah tersebut dikelola langsung oleh perseroan.
Konsesi dan pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Paser menyumbang 100% total produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK), sekaligus 100% pendapatan perseroan. Seluruh hasil produksi CPO dialokasikan untuk kebutuhan FAME afiliasinya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk.
Sementara, terkait dampak finansial langsung dinilai relatif terisolasi dan sangat tidak material terhadap keseluruhan pendapatan dan laba bersih. Aset biologis berupa tanaman kelapa sawit serta aset tetap seperti pabrik, alat berat, dan infrastruktur disebut terlindungi dengan baik, tanpa kerusakan material yang memerlukan penghapusan (write-off) aset berskala besar.
Perseroan juga memastikan tidak ada penghentian mendadak (unplanned shutdown) pada PKS maupun penutupan operasional di kebun akibat karhutla.
Untuk memitigasi risiko, perseroan menerapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, perseroan telah membentuk satuan tugas karhutla dengan regu patroli dan pemadam utama, memantau titik panas melalui satelit secara real-time serta patroli darat harian, dan menyiapkan pompa air portabel, water truck, alat berat, serta embung, kanal, dan waduk sebagai cadangan air.
Selain itu, perseroan juga menetapkan SOP penanganan karhutla dengan target tim tiba di titik api maksimal 15-30 menit setelah laporan diterima, membuat sekat untuk mencegah penyebaran api, serta menjaga komunikasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan Dinas Kehutanan.
Dalam jangka panjang, perseroan menjalankan sistem tata air untuk menjaga tinggi muka air tanah dan kanal agar lahan tetap lembap, menerapkan kebijakan zero burning di seluruh operasional perseroan dan entitas anak, serta membina Masyarakat Bebas Api (MBA) melalui program pencegahan kolaboratif dan edukasi bahaya kebakaran di desa sekitar konsesi.
Manajemen menambahkan, pihaknya juga tidak sedang menghadapi dan tidak berpotensi menghadapi sanksi administratif berat, seperti penyegelan lahan atau pencabutan izin usaha, maupun gugatan perdata dan pidana terkait karhutla.
(rob/rob)