MARKET DATA

Kejar Free Float, Anak Haji Isam Bakal Lepas 4,8% Saham PGUN

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
09 June 2026 12:05
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik Haji Isam PT Pradiksi Gunatama, Tbk (PGUN) membeberkan rencana divestasi kepemilikan saham untuk mengejar batas minimum free float terbaru. Dalam tahap pertama, pemegang saham pengendali berencana melepas 4,88% saham PGUN.

Finance and Accounting Manager Pradiksi Gunatama Donisius G mengatakan, aksi korporasi terdekat yang akan dilakukan oleh perseroan adalah divestasi sebagian saham pendiri perseroan untuk memenuhi free float

"Di tahap awal sekitar 4,8% kita akan lepas ke masyarakat atau non-afiliasi," ungkap Doni dalam public expose Live BEI, Selasa, (9/6/2026).

Doni meyakini, angka divestasi sebesar 4,8% tersebut tidak akan memengaruhi kinerja operasional dan saham PGUN. Pasalnya, transaksi tersebut bukan termasuk transaksi material, dan secara keseluruhan, kepemilikan Ultimate Beneficial Owner (UBO) masih dominan.

Dalam prospektus IPO, nama Haji Isam memang tidak muncul sebagai UBO di perusahaan ini, melainkan kepemilikannya dikuasai oleh dua orang anaknya. Prospektus IPO menyebut bahwa pengendali perusahaan adalah Liana Saputri yang merupakan kakak kandung dari Jhony Saputra. Sebelum IPO kakak beradik tersebut menguasai PGUN secara tidak langsung masing-masing 50%.

Jika dilihat data kepemilikan saham per 31 Mei 2026, pengendali PGUN adalah PT Araya Argo Lestari dan PT Citra Agro Raya. Keduanya memiliki kepemilikan masing-masing sebesar 38,44% dan 38,25%.

Adapun sisanya, saham PGUN dimiliki oleh PT Baramega Cipta Mulia Persada sebesar 15,69% dan masyarakat sebesar 7,62%.

Dengan kepemilikan masyarakat sebesar 7,62%, maka pengendali PGUN mesti melakukan divestasi saham untuk mengejar batas minimum free float baru. Diketahui, batas minimum free float saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah 15% dari total jumlah saham tercatat.

Untuk emiten dengan kapitalisasi Pasar di atas Rp5 Triliun, mereka wajib mencapai porsi free float minimal 12,5% pada tahun 2027 dan 15% pada tahun 2028.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Usai Prabowo Bentuk BUMN Ekspor


Most Popular
Features