Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan aliran modal masuk (capital inflow) ke aset keuangan Indonesia masih terjaga. Hingga awal Oktober 2026, akumulasi inflow tahun ini tercatat Rp131,1 triliun, dengan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai penopang utama.
Data tersebut disampaikan dalam paparan APBN KiTa. Berdasarkan bahan tayang, inflow pada triwulan IV-2026 hingga 7 Oktober mencapai Rp22,01 triliun, sehingga Suahasil yakin arus modal masuk akan berlanjut memasuki kuartal terakhir tahun ini.
Suahasil menyebut SBN kini semakin atraktif di mata investor. Sepanjang 2026, SBN mencatat inflow Rp36,7 triliun. Pada triwulan IV-2026 hingga 6 Oktober 2026, inflow ke SBN sudah Rp7,9 triliun.
Kemudian, SRBI juga mencatat inflow terbesar, yakni Rp178,6 triliun sepanjang tahun ini. Pada triwulan IV hingga 1 Oktober, inflow ke instrumen Bank Indonesia tersebut mencapai Rp17,20 triliun.
Sebaliknya, pasar saham masih mencatat arus keluar (outflow) Rp84,2 triliun selama setahun. Meski demikian, tekanan pada kuartal IV jauh lebih ringan, dengan outflow Rp3,13 triliun hingga 7 Oktober.
Mengutip bahan tayang APBN KiTa, dengan perkembangan ini, Suahasil menegaskan daya tarik aset rupiah dan kepercayaan investor terhadap stabilitas makroekonomi tetap terjaga.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]