MARKET DATA

BI Catat Dana Asing Deras Masuk SBN-SRBI, Capai US$ 9 M di Akhir Juni

chd,  CNBC Indonesia
29 June 2026 12:21
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sin Po TV))
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sin Po TV))

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan aliran dana asing yang masuk ke Tanah Air cukup signifikan hingga akhir Juni 2026. Hal ini diungkapkan selepas rapat koordinasi antara Pimpinan DPR RI dengan pemerintah dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Destry mengatakan aliran dana asing masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai US$ 9 miliar hingga akhir Juni 2026.

"Secara year to date, masuk ke Tanah Air hingga akhir Juni 2026, 26 Juni lalu, portofolio SBN dan SRBI kita sudah mencapai Rp US$ 9 miliar," katanya.

Hal ini, kata Destry, menunjukkan penguatan kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Tanah Air. Dia optimistis dana asing akan terus mengalir ke instrumen keuangan dalam negeri.

Selanjutnya Destry menegaskan bahwa BI telah menaikkan suku bunga acuan hingga 5,75%. Bersamaan dengan itu, BI menegaskan akan memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dalam negeri dengan memanfaatkan berbagai instrumen di bank sentral.

Salah satunya, operasi likuiditas BI tercatat telah mencapai Rp 1.000 triliun hingga akhir Juni 2026. Ekspansi likuiditas ini meningkat tajam dari sebelumnya Rp 600 triliun pada akhir Mei 2026.

"Sebagai contoh operasi likuiditas kami, di akhir Mei 2026, ekspansi yang kami lakukan sekitar Rp 600 triliun. Maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga Rp 1.000 triliun," kata Destry.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos BI: Operasi Likuiditas Tembus Rp 1.000 T di Akhir Juni


Most Popular
Features