MARKET DATA

Harga Lagi Loyo, Begini Tips Investasi Emas Buat Pemula

teti purwanti,  CNBC Indonesia
04 October 2026 14:15
Ini Alasannya Kenapa Manusia Terobsesi Oleh Emas
Foto: Infografis/ Sejarah Emas/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas tengah lesu hingga perdagangan akhir pekan ini, Minggu (4/10/2026). Di Galeri 24 milik Pegadaian misalnya, untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp2.506.000 per gram, turun dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang berada di Rp2.511.000 per gram.

Sementara itu, harga emas Antam ukuran 1 gram dipatok Rp2.613.000 per gram atau melemah dari perdagangan sebelumnya yang dibanderol Rp2.615.000 per gram.

Harga emas UBS ukuran 1 gram juga melemah menjadi Rp2.530.000 per gram, turun dari dari Rp2.535.000 per gram pada hari sebelumnya.

Adapun harga Antam Mulia Retro ukuran 1 gram dibanderol Rp2.511.000 per gram. Harganya turun dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di Rp2.516.000 per gram.

Dengan demikian, seluruh emas batangan ukuran 1 gram yang dijual melalui Galeri 24 kompak mengalami penurunan harga pada perdagangan hari ini.

Untuk diketahui, sebagai instrumen investasi, emas memang memiliki fluktuasi harga yang terbilang stabil dan cenderung meningkat seiring waktu. Tapi, hal tersebut tak serta-merta membuat instrumen ini jauh dari risiko.

Khususnya bagi investor pemula, perlu memahami tentang beragam strategi agar mampu menjalani aktivitas investasinya di logam mulia ini dengan ideal.

Simak 6 tips investasi emas yang penting untuk diketahui oleh investor pemula:

1. Pasang Tujuan Investasi dengan Jelas

Inti dari investasi adalah untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Tanpa adanya tujuan, investasi hanya akan dilakukan dengan sembarangan dan tak ada strategi untuk mengoptimalkannya. Hal ini berlaku pula jika Anda menanam modal pada instrumen emas.

Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa menentukan berapa lama aktivitas investasi akan dilakukan, serta instrumen yang ideal untuk dipilih. Untuk emas sendiri, idealnya tujuan investasi memiliki jangka waktu yang panjang, misalnya di atas 5 tahun. Sebab, dalam jangka panjang, peluang imbal hasil investasi emas akan terasa lebih optimal, dan mampu meminimalkan risikonya.

2. Susun Rencana Investasi dengan Kondisi Keuangan

Tips yang kedua, sesuaikan rencana investasi dengan kondisi keuangan dan alokasi dana yang tersedia. Tak harus besar, investasi emas saat ini bisa dilakukan dengan modal kecil berkat kehadiran layanan emas digital. Tapi ingat, tergantung dari tujuan yang ingin diraih, Anda perlu menentukan berapa besar dana yang perlu disisihkan untuk investasi ini.

Sebab, jika nilainya terlalu kecil, sudah pasti tujuan investasi berisiko tak akan tercapai. Di sisi lain, jika alokasi dana untuk investasi terlalu besar, risiko kebutuhan lain yang tak kalah penting terlewatkan akan menjadi lebih tinggi. Idealnya, anggaran untuk investasi per bulan adalah 20 sampai 30 persen dari gaji, atau di kisaran tersebut tergantung kondisi keuangan.

3. Hanya Gunakan Platform Investasi Emas Terpercaya

Jika ingin berinvestasi emas dengan lebih praktis, kini telah banyak bermunculan layanan investasi emas online atau digital yang bisa digunakan. Platform emas online tersebut bisa dengan praktis dipasang pada smartphone dan menjalankan aktivitas investasi kapan pun dan di mana pun diinginkan.

Yang terpenting, jika memilih metode investasi emas ini, pastikan jika layanan yang digunakan legal dan terpercaya. Caranya dengan mengecek izin usahanya di Bappebti dan memastikan rekam jejaknya agar terhindar dari risiko investasi bodong atau semacamnya.

4. Rutin Pantau Pergerakan Harga Emas

Tips lain yang tidak kalah penting dipahami saat investasi emas adalah rutin memantau pergerakan harganya seiring waktu. Secara umum, harga emas mengacu terhadap harga di pasar dunia menggunakan mata uang USD atau dolar Amerika Serikat.

Tentunya, ketika melihat harga emas sedang turun, manfaatkan kesempatan tersebut untuk lebih banyak membeli logam mulia ini. Sebaliknya, jika harganya sedang naik, jual sebagian aset emas yang dimiliki agar mendapat imbal hasil dari buyback yang optimal. Tentunya, kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual emas ini hanya bisa diketahui saat Anda rutin memantau pergerakan harganya.

5. Tentukan Tempat Penyimpanan yang Tepat

Ketika memutuskan untuk membeli emas fisik, hal penting yang tak boleh dilewatkan adalah menyiapkan tempat penyimpanannya. Biasanya, tempat menyimpan emas yang aman adalah brankas pribadi dengan proteksi PIN serta sidik jari pemilik agar jauh dari risiko pencurian atau semacamnya.

Alternatifnya, jika tidak ingin repot menyiapkan tempat penyimpanan, investasi saja emas digital. Alasannya karena penyimpanannya dilakukan oleh pihak penyedia layanan emas online yang tentunya lebih praktis dan hemat biaya. Selain itu, umumnya Anda tak akan dibebani dengan biaya penyimpanan ini sehingga membuat potensi keuntungan investasi emas digital menjadi lebih maksimal.

6. Konsisten dan Disiplin Tanam Modal

Tips yang terakhir, saat investasi emas, tanamkan pada diri untuk konsisten dan disiplin menanam modal. Ingat jika investasi adalah aktivitas keuangan yang ideal dilakukan dalam jangka waktu lama, khususnya di instrumen emas.

Jika kebiasaan menanam modal terhenti di tengah jalan, risiko tujuan finansial tercapai akan menjadi jauh lebih kecil. Peluang imbal hasil yang didapatkan nantinya juga akan menjadi lebih terbatas. Oleh karena itu, terus tanam modal sesuai rencana hingga tujuan investasi berhasil tercapai sesuai target.

Sebagai catatan, pembelian emas batangan Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,5% bagi non-NPWP.

Sementara itu, untuk transaksi buyback emas Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Jangan Ketinggalan, Intip Bocoran 5 Saham Rekomendasi Hari Ini


Most Popular
Features