Rosan Ungkap Rencana Danantara Beli Saham BEI, Porsinya 5%-10%
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani buka suara ihwal rencana Danantara dalam kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya Danantara siap mengantongi saham 5%-10%.
Rosan mengatakan bahwa porsi kepemilikan akan disesuaikan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026, yang baru diterbitkan.
"Porsinya yang penting kan perubahan di kepemilikan di bursanya. Kita lagi bicarakan tapi mungkin antara 5%-10%," katanya di kawasan Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Dia membantahDanantara akan menguasai 40% saham BEI. Menurutnya kepemilikan sebesar itu akan dikuasi oleh pihak lainnya, melalui konsorsium dari pemerintah.
"Kementerian lain mungkin yang ikut, Menteri Keuangan atau yang lain-lain. Jadi kita, bersama-sama. Konsorsium bisa sampai tiga puluh sampai empat puluh persen, tapi mungkin porsi Danantara sekitar 5-10%," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria mengatakan bahwa kepemilikan Danantara itu akan berbasis POJK yang sudah diterbitkan
"Kita tidak boleh ego kan. Baik Danantara maupun siapapun. Jadi buat saya yang jauh lebih penting buat kamilah. Yang lebih penting itu adalah kemudian bursa kita menjadi transparan, kredibel, ya kemudian juga tumbuh dan berkembang," katanya.
"Terutama sekali mendapatkan pengakuan dari para investor. jadi kita tidak boleh juga kan. tarik-tarikan nggak ada. Jadi nanti OJK sudah memutuskan itu, sudah ada POJK-nya silahkan tentu Danantara akan mengikuti," tambahnya.
(arj/arj)