RI Siap Lawan Arus Saat Ekonomi Dunia Memburuk-Tak Bisa Diprediksi
MARKET
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Gubernur Bank Indonesia menganggap prospek perekonomian global masih gelap.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, ketidakpastian ekonomi dunia masih sangat tinggi akibat tensi perang di berbagai wilayah tak kunjung mereda.
"Pandangan kami prospek global belum kuat disertai ketidakpastian pasar keuangan tinggi," kata Destry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (23/9/2026).
Ia mengatakan, peperangan juga telah mendorong harga komoditas utama dunia, terutama minyak naik tinggi.
"Tensi perang di Timur Tengah yang masih meningkat mendorong harga minyak menyentuh 132 dolar per barel sebelum trun di bawah 100 dolar per barel," tegasnya.