Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 18:00 WIB
Foto: (Tangkapan layar Youtube OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan multifinance masih terbatas hingga Juli 2026. Di tengah ekspansi yang hanya tumbuh sekitar 2% secara tahunan (yoy), kualitas pembiayaan justru menunjukkan sedikit peningkatan risiko.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan pada Juli 2026 mencapai Rp513,05 triliun, tumbuh 2,01% yoy. Pertumbuhan ini meningkat tipis dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 1,88% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pertumbuhan piutang pembiayaan tersebut terutama didukung oleh peningkatan pembiayaan modal kerja.


"Piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 2,01% year on year pada Juli 2026 menjadi Rp513,05 triliun. Hal ini didukung terutama oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,32% year on year," kata Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan Agustus 2026, Senin (7/9/2026).

Namun, di tengah pertumbuhan pembiayaan yang relatif rendah, risiko kredit perusahaan pembiayaan justru sedikit meningkat.

OJK mencatat rasio non-performing financing (NPF) gross pada Juli 2026 berada di level 3,03%, naik dari 3,01% pada Juni 2026. Sementara itu, NPF net tercatat sebesar 0,81%, sama dengan posisi bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan Juli 2025, NPF gross juga meningkat dari 2,52% menjadi 3,03%. Adapun NPF net naik dari 0,88% menjadi 0,81%, menunjukkan perbaikan secara tahunan pada rasio net.

Meski demikian, OJK menilai profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga. Hal tersebut antara lain tercermin dari gearing ratio yang berada di level 2,10 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.

Pertumbuhan perusahaan pembiayaan yang hanya 2,01% yoy juga tertinggal jauh dibandingkan sejumlah industri lain di sektor PVML.

Pada Juli 2026, outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (Pindar) tumbuh 24,76% yoy menjadi Rp105,63 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan industri pergadaian bahkan melonjak 50,73% yoy menjadi Rp160,78 triliun.

Di sisi lain, pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi 0,46% yoy menjadi Rp16,32 triliun. Penyaluran pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) juga terkontraksi 0,40% yoy menjadi Rp1,05 triliun.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas & Layanan BPD