OJK: Ekonomi RI Moncer 5,29%, Manufaktur Malah Kontraksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pelemahan ekonomi global, perekonomian Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan solid pada kuartal II-2026, yakni sebesar 5,29% secara tahunan (yoy).
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi domestik ditopang oleh investasi dan belanja pemerintah, dengan konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang utama. Inflasi domestik pun tercatat masih terjaga di level 3,19% yoy.
Namun demikian, Friderica mencatat ada sinyal yang perlu diwaspadai dari sisi sektor riil. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di zona kontraksi, yakni di level 49,8, di bawah ambang batas ekspansi 50.
Meski begitu, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional secara keseluruhan masih terjaga di tengah kondisi tersebut.
OJK juga menyampaikan sejumlah inisiatif kebijakan, di antaranya penyusunan aturan modal minimum dan likuiditas terintegrasi bagi konglomerasi keuangan, penguatan kelembagaan terkait peralihan kewenangan bursa mineral, hingga pencanangan Bulan Dana Pensiun pada September 2026 dengan lebih dari 100 kegiatan literasi dan inklusi bagi pekerja formal maupun informal.
(fsd/fsd)