Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan Bisnis

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 12:21 WIB
Foto: Biofarma. (Dok. Biofarma)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menjelaskan bahwa Holding Pharmacy Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbentuk sejak tahun 2020. Namun saat itu, Indonesia dan Dunia tengah disibukan oleh masalah COVID-19, tidak terkecuali Bio Farma yang saat itu juga fokus untuk mendapatkan vaksin.

"Sehingga proses transformasi itu terus bergulir pada saat itu. Dan 2020 terbentuknya Holding Pharmacy, 2021, 2022 kita masih disibukkan masalah itu. Oleh karena itu mungkin mulai tahun 2023 kita lebih fokus bagaimana menata organisasi ini," jelas dia kepada CNBC Indonesia, Senin (7/9/2026).

Menurutnya saat itu, Bio Farma masih di bawah BUMN, sedangkan saat ini Danantara. Kala itu BUMN pun sepakat bahwa yang harus dilakukan adalah transformasi, termasuk membentuk reorientasi bisnis sehingga fundamental bisnis yang harus diperbaiki dulu.


"Kemudian restrukturisasi keuangan. Keduanya ini di industri farmasi, di perusahaan-perusahaan yang di bawah Bio Farma itu memang sedang mengalami effort yang cukup kuat di situ," tegas dia.

Shadiq juga menjelaskan bahwa memang ada masalah keuangan saat itu sehingga tanpa fundamental diperbaiki tidak akan mendapatkan hasil. Oleh karena itu, Bio Farma juga melakukan dua program reorientasi bisnis.

Pertama adalah membuat bisnis itu lebih efektif dan efisien. Kedua mencari model bisnis untuk lebih efektif dan efisien agar ujung-ujungnya uang yang akan menopang bisnis korporasi.

"Kita lakukan juga pendekatan dengan pihak kreditor. Kita melakukan restructuring di situ. Kemudian diperlukan juga yang namanya capital injection. Diperlukan juga shareholder loan. Kita lakukan restrukturisasi keuangan ini. Apa yang bisa kita lakukan dari sisi holding? Misalkan kita melakukan upaya untuk melakukan pembiayaan," rinci dia.

Shadiq juga menegaskan pihaknya menggunakan banyak hal lain, termasuk supply chain financing dan project financing untuk memperbaiki modal kerja.

Bio Farma sendiri saat ini masih mendistribusikan vaksinnya bersama dengan institusi seperti UNICEF, Pan American Health Organization (PAHO), dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi), serta melalui kerja sama bilateral dengan negara tujuan ekspor.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI Wujudkan Ambisi Bangun Aset Manajemen Berstandar Global