Video: Sun Life Perkuat Ketahanan Finansial di Tengah Tekanan Pasar
Jakarta, CNBC Indonesia- Pada 9 Juni 2026, Sun Life Indonesia meluncurkan Financial yang mengungkapkan bahwa kenaikan biaya hidup sebagai tantangan besar bagi rumah tangga di Asia. Di tengah ketidakpastian global dan kenaikan inflasi saat ini, ketahanan finansial masyarakat semakin melemah, hal ini tercermin dari 83% responden yang menyatakan bahwa masyarakat semakin sulit memenuhi pengeluaran bulanan imbas kenaikan bahan makanan, utilitas dan bahan bakar.
President Emerging Markets Sun Life Asia, Randy Lianggara menyebutkan dampak tekanan ekonomi dan geopolitik nyata dirasakan masyarakat global termasuk Asia dan juga Indonesia. Meski demikian, bagi Sun Life Indonesia, kondisi ini masih dapat menjadi peluang dengan didukung oleh strategi bisnis yang tepat.
DI tengah ketidakpastian ini, Sun Life berfokus pada upaya memperkuat hubungan baik dengan mitra kerja, distributor dan nasabah. Hasilnya Sun Life Indonesia pada Q1-2026 ini Sun Life mampu membuktikan pertumbuhan 40% (yoy) saat industri asuransi jiwa tumbuh melandai.
Sun Life memandang daya tahan finansial atau financial resilient di Indonesia dan kawasan cukup baik ditopang edukasi keuangan termasuk meningkatnya kesadaran perencanaan keuangan untuk menghadapi ketidakpastian seperti yang menjadi fokus Sun Life.
Seperti apa strategi Sun Life dalam memperkuat financial resilient untuk membantu nasabah dalam menghadapi ketidakpastian? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan President Emerging Markets Sun Life Asia, Randy Lianggara dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 31/08/2026)