MARKET DATA

Laba Jasa Marga Semester I-2026 Capai Rp1,9 Triliun

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
31 August 2026 12:20
Kendaraan melintasi ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) di Jakarta, Kamis (19/9/2024). PT Jasamarga Metropolitan Tollroad sebagai pengelola Jalan Tol Dalam Kota dan Sedyatmo akan menaikkan tarif dan berlaku mulai pada Minggu (22/9) mendatang. (CNBC Indonesi
Foto: Kendaraan melintasi ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) di Jakarta, Kamis (19/9/2024). PT Jasamarga Metropolitan Tollroad sebagai pengelola Jalan Tol Dalam Kota dan Sedyatmo akan menaikkan tarif dan berlaku mulai pada Minggu (22/9) mendatang. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membukukan laba yang diatribusi kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun 2026 sebesar Rp1,9 triliun. Capaian tersebut tumbuh tipis 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Capaian laba tersebut berasal dari pendapatan usaha yang tumbuh sebesar 7,6% menjadi Rp10,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang. Pendapatan tersebut didorong oleh kontribusi pendapatan tol yang sebesar Rp9,5 triliun atau naik 6,8% dan kinerja pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar atau naik 17,6% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional yang terukur berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp7 triliun, atau naik 8,1% dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang tetap terjaga di level 67,8%.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pencapaian pada semester I 2026 merupakan kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan JSMR dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

"Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol," ujarnya, Senin (31/8/2026).

Sepanjang Semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3,58 juta kendaraan per hari.

Peningkatan volume transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan tol, sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.

Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dimiliki, Perseroan telah mengoperasikan 1.294 KM jalan tol yang setara dengan 42% dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Penguatan jaringan ini terus dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah ruas baru, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.

"Pengembangan proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru (traffic generation) sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional," sebutnya.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis


Most Popular
Features