Penyebab IHSG Naik 1% Lebih di Tengah Demo Hari Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,39% ke level 6.494,55 pada awal sesi 2 perdagangan Kamis (27/8/2026). Penguatan ini menjadi rebound setelah indeks sebelumnya ambruk 1,48% dan terjadi di tengah demo yang berlangsung di DPR hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 13.53 WIB, IHSG menguat 88,86 poin ke level 6.494,55. Indeks sempat dibuka melemah ke 6.390,35 dan menyentuh level terendah 6.376,65 sebelum berbalik menguat hingga mendekati level 6.500.
Penguatan IHSG terjadi secara luas. Sebanyak 529 saham tercatat menguat, sedangkan 137 saham melemah dan 297 saham stagnan.
Nilai transaksi saham hingga pukul 13.53 WIB telah mencapai Rp7,66 triliun dengan volume perdagangan 19,96 miliar saham dan frekuensi 1,21 juta transaksi.
Pun seluruh sektor berada di zona hijau. Sektor barang konsumer non-primer menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 2,60%, disusul utilitas 2,30%, kesehatan 2,27%, industri 2,07%, dan properti 2,01%.
Sektor barang baku juga menguat 1,94%, energi 1,75%, barang konsumer primer 1,32%, teknologi 0,93%, dan keuangan 0,68%.
Selain penguatan seluruh sektor, kenaikan IHSG turut ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar yang memberikan kontribusi positif terhadap indeks.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 6,40 poin indeks. Berikutnya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,76 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 4,70 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 4,59 poin, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) sebesar 3,15 poin.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga memberikan kontribusi positif sebesar 3,14 poin, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 2,88 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 2,74 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 2,61 poin, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 2,05 poin.
Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell pada perdagangan saham Indonesia hingga penutupan sesi I
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan nilai pembelian sebesar Rp1,67 triliun dan penjualan mencapai Rp1,94 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net sell sebesar Rp264,31 miliar di seluruh pasar.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp145,98 miliar. Diikuti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan net sell Rp127,57 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi sasaran akumulasi investor asing. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp28,42 miliar.
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menyusul dengan net buy Rp21,18 miliar, kemudian PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp11,42 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp11,37 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp10,56 miliar.
(mkh/mkh)