MARKET DATA

Breaking News! IHSG Lanjut Menguat, Naik 1,33%

mkh,  CNBC Indonesia
14 August 2026 14:50
Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi 2 Jumat (14/8/2026). IHSG naik lebih dari 1% dan kembali menembus level 6.380 di tengah berlangsungnya Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada pukul 14:45 WIB, IHSG berada di posisi 6.385,81, menguat 84,04 poin atau 1,33% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.301,77.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.390,90 dan level terendah 6.267,41 sepanjang perdagangan hari ini.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 338 saham menguat, 294 saham melemah, dan 331 saham lainnya stagnan.

Total volume transaksi mencapai 24,77 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp8,76 triliun dari 1,33 juta kali transaksi.

Adapun pada akhir sesi 1, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor. Dari 11 sektor, tujuh di antaranya berada di zona hijau, sementara empat lainnya melemah.

Sektor barang baku menjadi salah satu penopang utama IHSG dengan kenaikan 1,35%. Kemudian sektor barang konsumer primer menguat 1,12%, barang konsumer siklikal 0,71%, teknologi 0,58%, perindustrian 0,47%, energi 0,42%, serta properti dan real estate 0,09%.

Di sisi lain, sektor keuangan turun 0,21%, kesehatan melemah 0,48%, dan utilitas turun 0,55%.

Adapun sejumlah saham menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada sesi I.

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 5,91 poin terhadap IHSG. Saham VKTR tercatat berada di level Rp905.

Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 3,81 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 3,13 poin, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebesar 2,17 poin, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar 1,81 poin.

Sementara itu, tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mengurangi 2,49 poin.

Kemudian PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan IHSG sebesar 2,19 poin, disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 1,38 poin, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 0,71 poin, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebesar 0,56 poin.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Sesi I Anjlok 1,18%, Saham Bank & Komoditas Jadi Beban


Most Popular
Features