MARKET DATA

IHSG Sesi I Anjlok 1,18%, Saham Bank & Komoditas Jadi Beban

mkh,  CNBC Indonesia
13 August 2026 12:35
Pembukaan bursa saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pembukaan bursa saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan sesi I Kamis (13/8/2026). Tekanan pasar masih berlanjut setelah hasil MSCI August 2026 Index Review diumumkan dini hari tadi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG pada jeda siang berada di level 6.298,34, anjlok 75,51 poin atau 1,18% dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.373,85.

IHSG sempat dibuka menguat ke level 6.388,23 dan menyentuh level tertinggi 6.390,33. Namun, indeks kemudian berbalik arah dan menyentuh level terendah 6.281,57 sebelum sedikit memangkas pelemahan.

Tekanan terjadi cukup merata di pasar. Sebanyak 182 saham menguat, 456 saham melemah, dan 325 saham stagnan.

Nilai transaksi saham hingga sesi I mencapai Rp7,80 triliun, dengan volume perdagangan 16,44 miliar saham dan frekuensi mencapai 1,17 juta transaksi.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor utama berada di zona merah, kecuali sektor teknologi yang relatif stabil. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 2,72%, diikuti sektor bahan baku yang turun 2,45%.

Sektor keuangan terkoreksi 1,03%, energi melemah 0,99%, industrial turun 0,75%, konsumer non-primer terkoreksi 0,80%, properti turun 0,66%, dan utilitas melemah 0,82%. Sementara sektor teknologi hanya turun tipis 0,05%.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu pemberat utama IHSG dengan kontribusi penurunan sekitar 9,97 poin indeks. Saham BBCA berada di level Rp6.275, turun 1,57%.

Selain BBCA, tekanan juga datang dari PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menyumbang penurunan 5,25 poin, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) 5,15 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 3,81 poin, serta PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) 2,94 poin.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi pemberat dengan kontribusi negatif 2,77 poin indeks dan berada di level Rp4.110.

Sebaliknya, sejumlah saham masih mampu menahan pelemahan IHSG. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi kontributor positif terbesar dengan 0,75 poin, disusul XLSMART Telecom Sejahtera 0,58 poin, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 0,58 poin, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) 0,55 poin, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) 0,52 poin.

Tekanan IHSG terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review Agustus. Dalam keputusan tersebut, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Indexes.

Sebaliknya, GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index, sementara CPIN turun kelas dari Global Standard ke Global Small Cap. Sembilan saham lainnya juga dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes.

Meski demikian, perubahan tersebut baru efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Artinya, tekanan pada perdagangan hari ini belum sepenuhnya dapat disebut sebagai dampak arus dana rebalancing aktual, tetapi pasar mulai merespons keputusan MSCI dan mengantisipasi penyesuaian portofolio menuju tanggal efektif.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sempat Hijau Tadi Pagi, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,73%


Most Popular
Features