Prabowo Puji PT Timah, Laba Terbang 805%-Tutup 1.000 Tambang Ilegal

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 14/08/2026 11:00 WIB
Foto: Bakamla RI tertibkan 35 ponton tambang pasir timah ilegal di Perairan Bangka Barat, Kamis (24/7/2025). Doc Bakamla.
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyoroti lonjakan kinerja PT Timah Tbk (TINS) sebagai buah dari penindakan tambang ilegal di Bangka Belitung. Laba bersih perseroan disebut melesat 804,7% pada semester I-2026.

"Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).


Menurut Prabowo, dampak penutupan tambang ilegal tersebut langsung terlihat pada laporan keuangan perseroan. Keuntungan bersih PT Timah dalam enam bulan pertama 2026 naik 804,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan kinerja itu turut terefleksi di pasar. Prabowo menyebut valuasi PT Timah naik 280% pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.

Semen Indonesia hingga Pertamina Ikut Melesat

Prabowo menegaskan pembenahan tidak hanya menyentuh sektor pertambangan, melainkan dilakukan secara besar-besaran di seluruh BUMN.

Sepanjang semester I-2026, ia merinci laba bersih PT Semen Indonesia naik 408,9% dan PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Adapun laba bersih PT Pertamina tumbuh 86%.

Pegadaian mencatatkan kenaikan laba bersih 84,4% yang ditopang transformasi bisnis Bank Emas. Sementara itu, laba bersih Pelindo naik 60,4% dan PTPN naik 54,4%.

Laba BUMN Tembus Rp 326 Triliun

Prabowo menyampaikan keuntungan BUMN tahun 2024 telah dikoreksi menjadi Rp 186 triliun, dengan dividen sebesar Rp 85,5 triliun.

Setelah serangkaian perbaikan, keuntungan BUMN pada 2025 mencapai Rp 326 triliun atau naik 75,3% dibandingkan 2024. "326 triliun Rupiah ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," ujarnya.

Dividen BUMN yang disetorkan pada 2025 tercatat Rp 142,3 triliun, naik 67% dari tahun sebelumnya.

Dividen Bersih Ditargetkan Rp 200 Triliun

Prabowo menilai angka dividen lebih tepat dibaca secara neto, yakni setelah dikurangi penanaman modal negara (PMN) yang digelontorkan APBN ke BUMN pada tahun yang sama.

Dengan perhitungan tersebut, dividen BUMN dikurangi PMN pada 2024 sebesar Rp 53 triliun. Angka itu melonjak menjadi Rp 138 triliun pada 2025 atau naik 160%.

Untuk tahun ini, dividen BUMN diproyeksikan kembali naik hingga Rp 200 triliun tanpa ada PMN.

"Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari 53 triliun Rupiah ke 200 triliun Rupiah, atau bisa dikatakan 4x lebih besar," kata Prabowo.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Harga Batu Bara Ambruk, BUMN Khusus Ekspor RI Jadi Sorotan Dunia