Bos OJK Ungkap Bukti Pasar Modal RI Tangguh Masuk Usia 49 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pasar modal Indonesia terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan seiring peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan perkembangan pasar modal Indonesia selama hampir lima dekade menunjukkan kemajuan yang signifikan. Menurutnya, infrastruktur pasar modal Indonesia saat ini tidak kalah dibandingkan negara lain, bahkan dalam beberapa aspek dinilai lebih maju.
"Saya melihat infrastruktur pasar modal Indonesia tidak kalah dengan infrastruktur pasar modal lain, bahkan dalam hal-hal tertentu kita jauh lebih advance, seperti adanya SID dan sebagainya, ini luar biasa," ujar Friderica yang kerap disapa Kiki dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (10/8/2026).
Ia menyoroti pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang telah mencapai lebih dari 30,27 juta investor. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat pesat karena dalam waktu kurang dari delapan bulan tahun ini jumlah SID baru telah bertambah hampir 50%.
"Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekedar angka, tidak hanya sekedar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna dibalik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia," tutur Kiki.
Karena itu, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal terus berupaya menjaga integritas industri. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan investor yang selama ini menjadi fondasi pertumbuhan pasar modal nasional.
Selain dari sisi investor, Kiki juga menyoroti kinerja penghimpunan dana di pasar modal yang tetap kuat sepanjang tahun berjalan. Hingga saat ini, nilai penghimpunan dana melalui pasar modal telah melampaui Rp123 triliun dari 135 penawaran umum.
Jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terus bertambah. Saat ini, jumlah emiten yang tercatat di BEI telah mencapai lebih dari 962 perusahaan.
Menurut kiki, capaian tersebut diraih di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian ekonomi global belum mampu menghambat pertumbuhan pasar keuangan dan ekonomi domestik.
(fsd/fsd)