MARKET DATA

Pasar Modal RI Kena Gempur Segala Arah, OJK Soroti MSCI & Timur Tengah

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
11 May 2026 20:30
Layar menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku pasar modal Indonesia saat ini sedang diterpa guncangan dari berbagai arah mulai dari penyesuaian kebijakan lembaga rating hingga geopolitik global.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pengaruh lembaga rating global terhadap industri pasar modal Indonesia cukup besar. Hal itu tercermin dari penyesuaian kebijakan MSCI beberapa waktu lalu yang mengguncang pasar saham Tanah Air.

"Sudah kita lihat sendiri bagaimana satu pengumuman ya dari MSCI bisa menyebabkan satu market event di pasar modal Indonesia di akhir Januari tahun 2026 ini. Ini kemudian juga diikuti dengan penyesuaian outlook ya oleh lembaga pemeringkat seperti Moody's dan Fitch yang kemudian tentunya turut mempengaruhi berbagai hal di market yang kita lihat sejauh ini," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Menurutnya, dinamika yang harus dilalui oleh industri pasar modal saat ini cukup menantang. Selain penyesuaian kebijakan lembaga rating global, tekanan di pasar keuangan juga semakin kompleks dengan adanya ketegangan antar negara antara Amerika Serikat dan Iran.

"Ini semakin menempatkan hampir seluruh negara di dunia dalam posisi yang tidak mudah karena faktor energi," sebutnya.

Sebab, kata wanita yang akrab disapa Kiki ini mengungkapkan, gejolak geopolitik global ikut berdampak pada pasar saham di sektor terkait.

"Bagaimana satu Selat Hormuz ini yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia ini kemudian mempengaruhi harga minyak, mempengaruhi banyak hal ya, nilai tukar, kemudian mempengaruhi market di berbagai negara termasuk di Indonesia," jelasnya.

Kiki menegaskan, dalam mengantisipasi badai tersebut OJK terus melakukan perbaikan-perbaikan. Sehingga di saat terjadi guncangan baik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, maupun hal lain, sudah berbenah yang berfokus pada investor global di dunia terkait market Indonesia.

Kombinasi berbagai faktor tersebut pada akhirnya mempengaruhi sentimen pasar dan juga selera risiko investor yang tercermin pada volatilitas pasar keuangan, capital outflow, dan juga tekanan terhadap nilai tukar yang sangat dirasakan saat ini.

"Tapi tentu kita mencermati capital outflow ini dengan bijaksana, nanti ada datanya juga di slide saya berikutnya nanti adalah bahwa ini juga terjadi di berbagai emerging market lainnya," imbuhnya.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Danantara Buka Suara Soal MSCI Masih Rem Indeks di RI


Most Popular
Features