Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh
Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan respons konsorsium China terkait dengan keputusan pengambilalihan utang dan saham Whoosh oleh Kementerian Keuangan.
Adapun, Kementerian Keuangan akan menanggung utang Whoosh dan menempatkan pengelolaannya di bawah Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah.
Menurut Airlangga, pihak konsorsium China yang menjadi pemegang saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) telah mengetahui mengenai skema pengambilalihan utang Whoosh ini.
"Sudah (dikomunikasikan ke pihak China)," tegas Airlangga saat ditemui di Wisma Danantara, Kamis (6/8/2026).
Airlangga menegaskan respons pihak China cukup baik. "Ya kalau penyelesaian selalu baik," tegasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah bertemu dengan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin (5/8/2025).
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan penyelesaian pengalihan pengelolaan Whoosh kepada Kementerian Keuangan. Menkeu menyampaikan bahwa proses tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada pertengahan September 2026 melalui koordinasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Prosesnya akan kita percepat. Mudah-mudahan pertengahan September proses pengalihan pengelolaan KCJB (Whoosh) sudah selesai," ujar Menkeu.
Menkeu menjelaskan bahwa pengelolaan KCJB nantinya akan dilakukan melalui salah satu special mission vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.
Skema tersebut disiapkan agar pengelolaan proyek tetap berjalan secara berkelanjutan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.
(haa/haa)