DPR Pasang Target Besar PFII: Tambah Dorongan Pertumbuhan Ekonomi 0,5%
Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menargetkan keberadaan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Mohamad Hekal mengatakan, kehadiran PFII ditargetkan dapat menambah daya dorong pertumbuhan ekonomi minimal 0,5% per tahun.
"Perputaran uang yang dibawa oleh PFII ini, Insya Allah akan menggerakan ekonomi secara umum dan bahkan bisa meningkatkan secara spesifik, ditargetkan PFII itu bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi paling kurang 0,5% per tahun," kata Hekal dalam Power Lunch, Senin (27/7/2026).
Tak hanya turut membantu menumbuhkan perekonomian, Hekal juga mengungkap kehadiran PFII dapat mengurangi biaya pendanaan atau cost of fund, sehingga berpotensi mengerek turun tingkat bunga pinjaman atau kredit.
"PFII juga bisa menurunkan cost of fund untuk pembiayaan aneka sektor sekitar 200 basis poin. Itu kan angka yang signifikan untuk pembiayaan dan itu pembiayaan dalam valas, bukan dalam rupiah," terang Hekal.
Dampak lainnya yakni perekonomian di sekitar PFII, terutama di luar lingkup PFII diprediksi akan bergerak lebih kencang seiring tumbuhnya aktivitas masyarakat.
"Jadi, fasilitas-fasilitas ini memang dibikin khusus untuk perorangan, bukan hanya korporasi, upaya orang mau bekerja di situ. Bisa dibayangkan orang punya pekerjaan di lembaga keuangan dengan gaji yang sangat besar dia nanti bisa menyewa properti atau membeli properti dengan nilai yang lebih tinggi karena dia enggak dikenakan pajak, dia juga bisa berlibur di daerah sekitarnya, sehingga aktivitas masyarakat bisa lebih bergerak," jelas Hekal
(arj/arj) Add
source on Google