Gacor! Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 19,9% YoY di Kuartal II-2026
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja intermediasi yang solid sepanjang kuartal II-2026, dengan pertumbuhan kredit yang jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa kondisi makroekonomi Indonesia tetap menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal II-2026 diproyeksikan tetap berada di atas 5% secara tahunan (yoy), didukung oleh kinerja fiskal pemerintah yang semakin kuat, baik dari sisi penerimaan maupun belanja negara yang sama-sama mengalami akselerasi.
"Dengan fundamental tersebut, kami harapkan nilai tukar rupiah bisa menunjukkan tren penguatan sehingga mampu menjaga kepercayaan investor," ujar Riduan dalam paparan kinerja kuartalan yang digelar secara daring, Kamis (23/7/2026).
Kredit Tumbuh Nyaris Dua Kali Lipat Industri
Dari sisi kinerja perseroan, total kredit Bank Mandiri tercatat mencapai Rp1.592 triliun pada kuartal II-2026, tumbuh 19,9% yoy. Angka ini nyaris dua kali lipat dibandingkan tingkat pertumbuhan kredit industri perbankan nasional secara keseluruhan.
Riduan menekankan bahwa pertumbuhan kredit tersebut diarahkan pada aktivitas ekonomi riil, khususnya sektor produktif dan padat karya. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit ke segmen UMKM yang tumbuh signifikan dan jauh melampaui laju pertumbuhan kredit UMKM industri secara nasional.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 17,1% yoy, juga berada di atas level pertumbuhan industri. Pertumbuhan bisnis yang agresif ini tetap diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin, tercermin dari rasio kredit bermasalah alias Non-Performing Loan (NPL) yang hanya sebesar 0,15%, jauh di bawah rata-rata industri.
"Kinerja dan fundamental solid tersebut membuat kami optimistis Bank Mandiri dapat menghadirkan kontribusi yang positif, sehat, dan signifikan dalam memperkuat sekaligus mendorong ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Riduan.
Tiga Pilar Pertumbuhan Kredit
Riduan merinci strategi penyaluran kredit perseroan yang difokuskan pada tiga ekosistem utama:
- Ekosistem pemerintahan dan BUMN - kredit pada segmen ini tumbuh 41,6% yoy, yang menurut Riduan berdampak langsung terhadap peningkatan layanan publik di berbagai sektor strategis seperti energi dan ketahanan pangan, termasuk program pembiayaan produktif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
- Ekosistem bisnis penopang ekonomi - kredit pada segmen ini tumbuh 17,7% yoy, di mana Bank Mandiri berperan sebagai mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan besar Indonesia dalam memperkuat daya saing.
- Ekosistem UMKM kerakyatan - kredit pada segmen ini tumbuh 15,7% yoy, sejalan dengan komitmen perseroan mendorong aktivitas ekonomi riil dan pemerataan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Riduan menegaskan bahwa dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang inklusif, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan fundamental makroekonomi yang kuat, industri perbankan - termasuk Bank Mandiri sebagai salah satu penopang utamanya - mampu terus menjalankan fungsi intermediasi secara optimal untuk mendukung perekonomian nasional.
(fsd/fsd) Add
source on Google